Monday, October 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bagaimana Cara Licik Pemerintah Dalam Mengatur Masyarakatnya

Bagaimana Cara Licik Pemerintah Dalam Mengatur Masyarakatnya

Di kota-kota besar yang padat penduduk banyak perilaku warganya yang kadang bikin pusing pemerintahnya. Tidak hanya persoalan yang besar saja, persoalan kecil dan sederhana juga bisa merepotkan. Nah untuk mengatasinya, pemerintah pun melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kelakuan masyarakatnya tersebut. Tidak meski pakai senjata dan kekerasan lho, berikut beberapa cara kreatif dan tidak biasa ditempuh untuk mengatasi perilaku warganya.

  1. Tombol placebo

Tahu nggak guys, di Amerika ada yang dinamakan tombol penyeberangan di setiap lampu merah. Bila seseorang hendak menyeberang ia akan menekan tombol agar lampu lalu lintas berubah menjadi merah untuk menghentikan laju kendaraan. Rupanya 90 persen tombol itu adalah tombol palsu dan sama sekali tidak memiliki fungsi. Bahkan menurut laporan ABC News hanya ada satu tombol yang benar-benar berfungsi di Austin, Texas, dan New York.

Tombol ini bisa efektif karena menggunakan efek placebo. Tombol placebo memiliki fungsi agar orang yang menggunakannya merasa memiliki kendali walaupun sebenarnya tidak. Karena dengan kemampuan untuk menciptakan atau menghapuskan gejala dengan seketika, efek obat sebenarnya dapat digantikan oleh hanya dengan kekuatan keyakinan. Efek placebo menunjukkan bahwa kekuatan pikiran adalah faktor terpenting dalam tubuh manusia. Wah ini sih namanya tertipu ya guys!

  1. Telinga babi anti skateboard

Karena kesal dengan aksi-aksi pemain skateboard, terutama di bangku dan tembok-tembok pedestrian yang dinilai merusak keindahan dan properti kota, pemerintah San Francisco memasang alat khusus. Alat tersebut berupa pin logam yang ditempel disudut-sudut jalan, tembok-tembok rendah untuk menghalangi laju para skaters. Lempengan sudut itu dinamakan Pig Ears, karena menyerupai bentuk telinga babi.

Pemasangan telinga-telinga babi di pinggiran tembok atau dinding ini menghalangi aksi para skaters untuk melakukan salah satu trik populer yang dinamakan Lipslide dan 50-50. Jika pemain skateboard masih nekat meluncur di tepian tembok nih, bisa-bisa terjungkal karena kesandung dengan ‘telinga babi’. Nah, spontan saja pemasangan ini menuai protes dari para skaters di kota tempat kelahiran skateboard itu.

  1. Mobil polisi kosong

Para pengemudi yang mengendarai mobilnya lebih dari kecepatan yang diizinkan biasanya karena tidak ada petugas yang berdiri mengawasi. Sementara, para petugas tidak selalu bisa mengawasi 24 jam di sebuah ruas jalan, karenanya mereka bebas balap-balapan. Cara ini diambil dari metode yang disebut “Eksperimen Anjing Pavlov.” Daripada ditilang ya guys mending kalem aja bawa kendaraan.

Nah, polisi di beberapa kota besar punya cara sederhana untuk mengatasi pengemudi yang suka ugal-ugalan ini. Mereka memarkir mobil polisi kosong di sisi jalan yang yang biasanya dilalui. Cara kerjanya sih seperti kamera CCTV palsu. Kalian tidak pernah tahu mana mobil polisi kosong atau betulan ada yang mengawasi.

  1. Paku raksasa pengusir gembel

Kota-kota besar hampir selalu dipenuhi dengan para tunawisma, mereka tidur dan mengemis di sudut-sudut kota. Karena dianggap mengganggu estetika dan ketertiban kota, pemerintah dan pemilik too di Inggris, Cina dan Amerika memasang paku-paku besar atau berbentuk bola di emperan, bangku-bangku taman atau trotoar. Tonjolan-tonjolan di bagian datar tersebut membuat kaum tunawisma tidak bisa duduk atau merebahkan diri di tempat-tempat tersebut.

Nah cara-cara ini dikecam di berbagai penjuru dunia sebagai praktis tidak etis dan arsitektur yang ofensif. Kasihan bangat ya, sudah susah makin dibuat susah aja. Padahal kan mereka menggelandang karena enggak punya pilihan lain. duhhh!

  1. Billboard yang batuk

Bilboard di Stockholm, Swedia bisa dibilang sebagai papan iklan jenius meskipun sedikit provokatif. Ketika ada perokok lewat di sana, pria yang ada di Billboard akan batuk yang keras. Nah, saking kerasnya orang-orang yang ada di sekitarnya akan kaget karena suara batuknya keluar dari pengeras suara. Lah bagaimana dia bisa mencium bau asap rokok sih?

Ternyata billboard di Stockholm, Swedia tersebut dilengkapi dengan sensor asap rokok di bawahnya yang bisa mendeteksi perokok yang lewat. Nah, billboard ini memang sudah dibuat dalam kampanye farmasi untuk mendukung orang yang mau berhenti merokok di tahun 2017. Setelah batuk pria yang ada dalam billboard tersebut memperkenalkan diri bahwa dia membantu anda hidup lebih lama dan sehat dengan memberikan peringatan dan nasehat.