Wednesday, April 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bagaimana Bisa Gaji CEO Twitter Hanya 20 Ribu Dalam Setahun

Bagaimana Bisa Gaji CEO Twitter Hanya 20 Ribu Dalam Setahun

Ketika membayangkan kehidupan sebagai bos perusahaan teknologi, mungkin kamu bakal memikirkan uang ratusan juta setiap bulan. Tapi, nyatanya CEO perusahaan sekelas Twitter saja hanya mendapat gaji yang terbilang sangat sedikit.

Jack Dorsey merupakan CEO dan salah satu pendiri Twitter, cuma digaji sebesar 1,4 dolar AS atau setara dengan Rp 19.816 pada 2018. Uang sebanyak itu bahkan tidak bisa dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari di supermarket.

Besaran gaji Jack tersebut diungkap oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission/SEC) Amerika Serikat. Mereka juga mengungkap bahwa Jack memang menolak semua kompensasi dan benefit yang diberikan perusahaan sejak ia kembali menjadi CEO Twitter pada 2015. Diketahui, Jack sempat meninggalkan perusahaan yang ia dirikan tersebut pada 2008, dua tahun sejak ia meluncurkan platform media sosial yang khas dengan ikon burung biru itu.

“Sebagai bukti dari komitmen dan kepercayaan akan nilai potensi kreasi jangka panjang Twitter, CEO kami, Jack Dorsey, menolak semua kompensasi dan benefit di tahun 2015, 2016 dan 2017 dan pada 2018 dia menolak semua kompensasi dan benefit kecuali gaji sebesar 1,40 dolar AS,” tulis Twitter, dalam arsip SEC.

Twitter menjelaskan bahwa angka 1,40 dolar AS dari gaji Jack hanya merupakan simbolis dari 140 karakter cuitan di media sosial tersebut. Angka ini pun sudah menjadi keramat bagi Twitter walau saat ini karakter cuitan telah ditingkatkan menjadi 280 sejak 2017.

Akan tetapi, Jack Dorsey tentu tak akan khawatir dalam memenuhi kebutuhannya meski digaji kecil. Wajar saja, sebagai bos Twitter, Dorsey tidak akan jatuh miskin hanya karena tidak digaji perusahaannya sendiri karena dia bisa beralih ke saham dan tunjangan perusahaan.

Menurut laporan Forbes menjelang akhir 2018, Jack telah menjual sahamnya di Square sebanyak 1,7 juta dan berhasil mendapatkan hingga 80 juta dolar AS atau setara dengan Rp 1,131 triliun bersih setelah terpotong pajak. Square merupakan perusahaan mobile payment milik Jack. Saat itu, kekayaan bersih Jack mencapai 4,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 66,5 triliun) dengan 61 juta sisa sahamnya di Square yang mencapai nilai setidaknya 600 juta dolar AS (Rp 8,5 triliun).

Jack menjadi salah satu bos perusahaan teknologi di Silicon Valley yang tidak memungut gaji dan benefit dari perusahaan dalam bentuk uang. Sama seperti pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, yang ikhlas dibayar dengan performa perusahaan yang baik.

RelatedPost