Thursday, March 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Atasi Pengangguran, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah di Tahun 2019

Meski telah berhasil menekan angka pengangguran hingga sekitar 5 – 5,3 persen di tahun 2018, pemerintah masih akan terus berusaha untuk menurunkan angka pengangguran, sehingga di tahun 2019 nanti diharapkan dapat turun pada kisaran 4,8 – 5,2 persen.

Turunnya angka pengangguran tersebut tidak hanya merujuk dari data yang dihimpun oleh pemerintah tapi juga berdasarkan hasil sebuah survey dari sebuah lembaga independen pada bulan Februari 2018. Hasil dari survey tersebut menyebutkan bahwa  di tahun 2018 lapangan pekerjaan semakin terbuka sehingga terjadi perbaikan kesempatan bekerja.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brojonegoro, jika dibandingkan dengan tahun 2017, lapangan kerja meningkat sekitar 2,5 juta di tahun 2018 dan jumlah pengangguran turun sebanyak kurang lebih 135.000 orang.

“Dengan turunnya jumlah pengangguran sebanyak itu, maka jika diprosentase jumlah pengangguran terbuka mengalami penurunan sekitar 5,13 persen. Namun demikian, sepanjang bulan Agustus ini dimungkinkan akan terjadi peningkatan pengangguran terbuka. Hal tersebut disebabkan karena kondisi musiman yakni karena bukan musim panen, disamping juga karena terjadinya pelemahan rupiah,” ungkap Bambang di Kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta pada 10/9/2018.

Untuk dapat lebih menekan angka pengangguran, menurut Bambang, di tahun 2019 nanti pemerintah akan melakukan sejumlah langkah sehingga pengangguran terbuka ditargetkan akan turun di kisaran 4,8 – 5,2 persen, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

Beberapa langkah strategis tersebut menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini yang utama adalah penciptaan kesempatan kerja yang lebih luas, baik di sektor formal maupun informal bagi 2,6 persen atau seskitar 2,9 juta orang.

Baca Juga: Buzzer Politik yang Sudah Menjadi Mata Pencaharian Belakangan Ini

Untuk menciptakan lapangan kerja tersebut, pemerintah akan mendorong masuknya investasi, meningkatkan kuota ekspor serta membuat berbagai program, seperti menciptakan lapangan kerja baru, program padat karya serta yang lain.

Perhatian pemerintah terkait masalah pengangguran, tidak hanya pada sisi kuantitas saja tapi juga dari sisi kualitas. “Kita juga akan berupaya mempercepat peningkatan ketrampilan dan keahlian para calon tenaga kerja, salah satunya melalui pengembangan pendidikan vokasi berbasis kompetensi. Perbaikan ketrampilan dan keahlian calon tenaga kerja tersebut dimaksudkan untuk mengurangi hambatan di bursa kerja,” terang Bambang.

Karena itu, tambah Bambang, pemerintah akan memikirkan cara untuk membangun hubungan yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja, sehingga dalam RAPBN 2019, salah satu prioritas utama dari pemerintah adalah mencanangkan pendidikan dan pelatihan vokasi, termasuk diantaranya program berbasis kompetensi bagi lebih dari satu juta orang.

“Dari situ nanti akan muncul sertifikasi kompetensi yang akan mempermudah pencari kerja untuk dapat diterima oleh si pemberi kerja,” papar Bambang.

Related Post

Jepang Sedang Dalam Misi Gila Membuat Lift Dari Bu... Dunia Teknologi memang selalu berkembang dalam setiap tahunnya tidak terkecuali di sektor yang satu ini. Bukan dari Gadget atau Gawai lain yang mema...
Ternyata Dia Korban Pertama Penembakan Di Mesjid S... Daoud, pengungsi dari Afganistan berusia 71 tahun yang menyambut teroris di pintu masjid New Zealand dengan senyum dan berkata ramah "Welcome brot...
Inilah 10 Kuliner Terkenal Asal Filipina (Part 2) Hai guys, sudah membaca artikel kuliner Filipina sebelumnya? Melengkapi hidangan terkenal seantero Filipina tersebut, maka admin akan berbagi daftar s...
Warisan Dunia, Mengapa Kota Tua Selalu Mengalami K... Warisan dunia merupakan situs atau tempat yang termasuk dalam peninggalan sejarah, hal ini dinobatkan oleh UNESCO. Namun sayang, Kota Tua Jakarta dini...