Sunday, January 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Atasi Pengangguran, Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah di Tahun 2019

Meski telah berhasil menekan angka pengangguran hingga sekitar 5 – 5,3 persen di tahun 2018, pemerintah masih akan terus berusaha untuk menurunkan angka pengangguran, sehingga di tahun 2019 nanti diharapkan dapat turun pada kisaran 4,8 – 5,2 persen.

Turunnya angka pengangguran tersebut tidak hanya merujuk dari data yang dihimpun oleh pemerintah tapi juga berdasarkan hasil sebuah survey dari sebuah lembaga independen pada bulan Februari 2018. Hasil dari survey tersebut menyebutkan bahwa  di tahun 2018 lapangan pekerjaan semakin terbuka sehingga terjadi perbaikan kesempatan bekerja.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brojonegoro, jika dibandingkan dengan tahun 2017, lapangan kerja meningkat sekitar 2,5 juta di tahun 2018 dan jumlah pengangguran turun sebanyak kurang lebih 135.000 orang.

“Dengan turunnya jumlah pengangguran sebanyak itu, maka jika diprosentase jumlah pengangguran terbuka mengalami penurunan sekitar 5,13 persen. Namun demikian, sepanjang bulan Agustus ini dimungkinkan akan terjadi peningkatan pengangguran terbuka. Hal tersebut disebabkan karena kondisi musiman yakni karena bukan musim panen, disamping juga karena terjadinya pelemahan rupiah,” ungkap Bambang di Kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta pada 10/9/2018.

Untuk dapat lebih menekan angka pengangguran, menurut Bambang, di tahun 2019 nanti pemerintah akan melakukan sejumlah langkah sehingga pengangguran terbuka ditargetkan akan turun di kisaran 4,8 – 5,2 persen, seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen.

Beberapa langkah strategis tersebut menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini yang utama adalah penciptaan kesempatan kerja yang lebih luas, baik di sektor formal maupun informal bagi 2,6 persen atau seskitar 2,9 juta orang.

Baca Juga: Buzzer Politik yang Sudah Menjadi Mata Pencaharian Belakangan Ini

Untuk menciptakan lapangan kerja tersebut, pemerintah akan mendorong masuknya investasi, meningkatkan kuota ekspor serta membuat berbagai program, seperti menciptakan lapangan kerja baru, program padat karya serta yang lain.

Perhatian pemerintah terkait masalah pengangguran, tidak hanya pada sisi kuantitas saja tapi juga dari sisi kualitas. “Kita juga akan berupaya mempercepat peningkatan ketrampilan dan keahlian para calon tenaga kerja, salah satunya melalui pengembangan pendidikan vokasi berbasis kompetensi. Perbaikan ketrampilan dan keahlian calon tenaga kerja tersebut dimaksudkan untuk mengurangi hambatan di bursa kerja,” terang Bambang.

Karena itu, tambah Bambang, pemerintah akan memikirkan cara untuk membangun hubungan yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja, sehingga dalam RAPBN 2019, salah satu prioritas utama dari pemerintah adalah mencanangkan pendidikan dan pelatihan vokasi, termasuk diantaranya program berbasis kompetensi bagi lebih dari satu juta orang.

“Dari situ nanti akan muncul sertifikasi kompetensi yang akan mempermudah pencari kerja untuk dapat diterima oleh si pemberi kerja,” papar Bambang.

Related Post

Status WhatsApp Kini Memberikan Layanan Iklan, Set... Status whatsapp kini akan mengalami perubahan, dimana dalam fitur terbaru layanan media sosial pesan singkat tersebut akan menampilkan adanya barisan ...
Mari Cari Tahu Apakah Anda Beresiko Terkena AIDS Hari AIDS Sedunia pada tahun ini telah masuk ke usia 30, sejak pertama kali diperingati pada tanggal 1 Desember 1998. Tema yang diangkat di Hari AID...
Payudara Kecil Bikin Wanita Kurang Percaya Diri, C... Payudara kecil bukan sebuah penyakit atau hal yang merugikan untuk wanita, namun ini selalu jadi permasalahan karena merasa tubuh kurang seksi. Sehing...
Buah Plum Ternyata Memilih Banyak Manfaat, Kenali ... Buah plum atau banyak dikenal dengan buah prem memang tidak banyak tumbuh subur di Indonesia, namun buah ini banyak diminati karena rasanya cukup enak...