Sunday, March 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Aphelion dan Fenomena Langka Peningkatan Suhu di Indonesia

Aphelion dan fenomena suhu menjadi lebih dingin di Indonesia adalah hal wajar, bahkan dialami dua kali dalam satu tahun. Kali ini beberapa kota merasakan dingin yang lebih menusuk saat di malam hari, bahkan terasa seperti cuaca di gurun. Pasalnya di siang hari merasakan sangat panas karena memasuki musim kemarau, namun di malam hari terasa sangat dingin.

Hal ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mulyono R Prabowo selaku deputi BMKG, menyebutkan jika fenomena perubahan suhu, terlebih di malam hari menjadi lebih dingin padahal sudah memasuki musim kemarau, ini merupakan fenomena alamiah yang wajar kaitannya dan tidak ada masalah dengan aphelion.

Bahkan dalam penjelasan resminya mengatakan, fenomena yang terjadi sekarang ini sangat normal. Aphelion memang akan terjadi setahun sekali, biasanya di bulan Juli, bahkan beberapa wilayah di Indonesia sedang musim kemarau, ini merupakan dampak terjadinya perubahan suhu yang cukup ekstrem, namun akan berlalu dengan cepat.

Puncaknya, suhu terendah nantinya akan datang di bulan Juli hingga Agustus, sedangkan untuk beberapa lokasi tepatnya pada tanggal 1 hingga 5 Juli 2018, akan terjadi penurunan suhu yang cukup ekstrem hingga 15 derajat celcius. Ini fenomena alamiah yang sangat normal, tidak ada kaitannya dengan apapun dan memberikan keuntungan.

Baca juga : Rasi Saturnus Dan Bulan Stroberi Akan Menyapa Malam Ini

Bahkan beberapa daerah di sekitar dataran tinggi akan mengalami suhu lebih rendah hingga 12 derajat celcius, ini diperkirakan di Tretes sekitaran Pasuruan, Ruteng di NTT dan Wamena di Papua. Namun Mulyono kembali menegaskan, perubahan suhu ekstrem ini tidak ada kaitannya dengan aphelion, pasalnya hal tersebut terjadi karena hanya tersedia sedikit uap atmosfer, sehingga membuat awan tidak bisa menutupi dengan sempurna.

Ini membuat di malam hari suhu menjadi lebih rendah, kondisi yang cukup aneh bahkan terjadi di musim penghujan. Dimana di malam hari akan terasa lebih hangat, pasalnya kandungan uap air di atmosfer cukup banyak, sehingga awam bisa terbentuk sempurna untuk melindungi di atas, ini cukup membuat suhu bumi semakin hangat.

Bukan hanya fenomena alamiah, penurunan suhu di beberapa daerah pada bulan Juli juga akibat peralihan musim di Australia. Dimana terjadi pergerakan massa udara tinggi dari Australia menuju Indonesia, hal inilah yang menyebabkan perubahan suhu yang cukup signifikan di beberapa daerah seperti NTT, NTB, Jawa dan Bali.

Hal yang paling dapat terlihat adalah wilayah dataran tinggi, seperti pegunungan dieng, pasalnya telah ditemukan fenomena embun beku . Ini sudah dikatakan BMKG sangat normal, sekalipun terjadi di tengah musim kemarau. Bahkan nanti puncaknya, suhu akan mengalami peningkatan sehingga membuat permukaan bumi menjadi lebih kering. Hal ini karena kandungan dari dari uang air yang menguap semakin kecil, sehingga semakin rendah kelembaban udara,

Sehingga jangan takut dengan aphelion dan fenomena suhu ekstrem, ini hal yang normal dan sikapi dengan tenang. Hindari keluar di malam hari dengan kendaraan roda dua sementara, selain itu konsumsi makanan yang menyehatkan untuk menjaga kondisi tubuh.

Related Post

Ternyata Tsunami Selat Sunda Sudah Diprediksi Enam... Pada tahun 2012, ternyata ada studi yang menunjukkan potensi tsunami bila longsor Gunung Anak Krakatau terjadi. Studi ini bertajuk "Tsunami Hazard R...
Di Benua Ini Kamu Bisa Lihat Keindahan Salah-satu ... Ulasan Dunia - Melihat keindahan langit adalah salah satu yang bisa dengan mudah dinikmati oleh manusia di dunia. Mengagumi ciptaan Tuhan yang begit...
Sinopsis Deadpool 2 (2018) Semua pasti udah enggak sabaran nih tungguin film action comedi satu ini, Deadpool 2 merupakan sekuel kedua dari deadpool yang tayang perdana pada tah...
Bocah Ini Harus Lintasi Dua Negara Hanya Untuk Dap... Di era Milenial ini memang telah banyak orang yang sadar akan pentingnya pendidikan dan hal itu tentunya sangat bagus. Apapun akan dilakukan oleh pa...

One Comment

Comments are closed.