Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apakah Mahasiswa Kendari Yang Tewas Adalah Korban Penembakan

Apakah Mahasiswa Kendari Yang Tewas Adalah Korban Penembakan

Danrem 143 Haluoleo, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, menyebut Randy (22), mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Haluoleo Kendari yang tewas saat demo di DPRD Sultra sudah meninggal dunia sebelum sampai di RS Korem, Kamis (26/9). “Yang jelas saudara kita ini dari Muna. Kalau masuk rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal,” kata Yustinus di RS Korem, Kamis (26/9).

Yustinus mengatakan saat diperiksa, belum ditemukan amunisi. “Memang tadi ketika jari kita masuk sedalam dua jari, itu belum ada tanda-tanda kalau ada amunisi di dalam,” ucap Yustinus. Saat ini jenazah korban sedang diautopsi di RSUD Kota Kendari, atau Rumah Sakit Abunawas. Sebelumnya Randi sempat ditangani di RS Dokter Ismoyo, atau RS Korem.

Tangis histeris kembali pecah di tengah keluarga saat La Sali (47) mengetahui anaknya, Randy (21), sudah tak bernyawa di rumah duka di Di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Randy tewas diduga tertembak saat mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/9).

La Sali yang baru tiba mencari ikan di tengah perairan Laut Muna tak menyangka putra satu-satunya itu telah meninggal dunia. Pelukan sang istri, anak, dan sanak saudara yang disertai isak tangis saat menyambutnya tepat di pintu rumah membuat La Sali langsung terkulai lemah tanpa dapat lagi membendung air mata. Ia pun dengan suara serak kerap teriakkan “kasihan anakku sudah mi e (tidak ada)”.

Pantauan tim kendarinesia, suasana penuh isak menyelimuti rumah duka itu turut mengundang empati tetangga hingga warga sekitar desa yang datang melayat. Sementara itu, warga Desa Lakarinta menolak hadirnya pihak Polres Muna yang berdasarkan informasi akan datang melayat di rumah duka.

Warga kesal karena mengetahui almarhum Randy (21) meninggal diduga akibat ditembak oleh polisi saat mahasiswa berunjuk rasa menolak RKUHP di Kantor DPRD Sultra. “Sebaiknya Polres Muna tidak datang dulu, jangan sampai ada hal yang tidak inginkan terjadi karena saat ini warga sedang kesal dengan ulah oknum polisi. Sebaiknya polisi segera mengusut tuntas siapa pelaku penembakan,” tegas LM. Ryfains Tuani, selaku keluarga Randy.

Polri menyatakan akan menggandeng Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam penyelidikan tewasnya Rendy, mahasiswa Universitas Halu Oleo, dalam kericuhan usai demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.