Saturday, May 25Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apakah Kamu Mau Lihat Ada Kembaran Stonehenge Di Bondowoso

Apakah Kamu Mau Lihat Ada Kembaran Stonehenge Di Bondowoso

Tak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk melihat Stonehenge. Bondowoso ternyata juga punya susunan batuan yang mirip seperti Stonehenge. Stonehenge adalah monumen prasejarah di Wiltshire, Inggris. Namun, tahukah traveler bahwa ada kembarannya di Bondowoso?

wisata-batu-susun-air-terjun-solor-pesona-pariwisata-seni-alam

‘Stonehenge’ di Bondowoso itu berjuluk Betoh So’on. Nama ini ternyata diambil dari dari bahasa lokal warga setempat, yaitu Madura. Betoh (batu), So’on (sunggi, atau membawa barang ditaruh dikepala). Jadi, Batu So’on artinya adalah batu yang bertumpuk-tumpuk seperti disunggi.

Betoh So’on terletak di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Bondowoso. Kawasan yang kini tengah dikembangkan menjadi tempat wisata di Bondowoso ini berjarak sekitar 40 km atau dua jam perjalanan dari pusat kota.

Tak terlalu sulit untuk mencapainya. Baik menggunakan motor dan mobil. Sebab, akses menuju lokasi tersebut sudah beraspal mulus. Meski di beberapa titik terdapat tanjakan dan turunan serta jalan berkelok-kelok. Tempat ini bisa jadi destinasi baru untuk liburan akhir pekan.

Jalan menuju ke lokasi juga berupa jalan desa yang ada di tengah perkampungan penduduk dan terlihat masih asri. Sepanjang jalan didominasi hamparan sawah dan ladang yang menghijau. Di beberapa kawasan terdapat hutan serta sungai berbatu yang mengalir jernih.

Ada dua cara menuju Batu So’on. Bisa dimulai dari Bondowoso atau Situbondo. Perjalanan dari dua titik ini bertemunya sama, di pertigaan jalan raya Prajekan. Setelah pertigaan, traveler bisa langsung menuju lokasi melalui Cermee. Dari pertigaan Prajekan jaraknya sekitar 22 km. Maka, sampailah ke lokasi.

Begitu memasuki kawasan Solor, panorama indah sudah mulai terbentang. Sejauh mata memandang, yang tampak adalah gugusan bukit berbatu setinggi 15-30 meteran. Batu-batu tersebut tersusun rapi menumpuk ke atas seolah ditata.

Batuan jenis andesit tinggi menjulang bak menara itu letaknya memang di dasar lembah. Panorama hanya bisa dinikmati dari atas bukit. Tapi jika mau, pengunjung bisa menuruni lembah curam tersebut, lalu dilanjutkan dengan menyusuri hamparan rumput ilalang dan semak hingga mendekat ke gugusan batu.

Sampai saat ini belum ada yang memastikan, bagaimana asal muasal batuan itu hingga tertata sedemikian rupa. Namun, diperkirakan batuan itu tersusun secara alami sejak ribuan tahun yang lalu.

Belakangan, pemerintah daerah setempat mulai membangun sarana prasarana di lokasi tersebut. Pembangunan dilakukan untuk mendukung tempat wisata di Bondowoso yang kini kerap disebut Stonehenge van Java itu.

Sarana penunjang itu antara lain sejumlah fasilitas umum, gardu pandang, serta sejumlah spot khusus untuk berswafoto. Tempat ini juga relatif aman karena sengaja dibuat dari beton yang sisi kanan dan kirinya berpagar besi. Lokasinya juga dibuat agak menjorok ke arah lembah, agar wisatawan bisa lebih leluasa untuk mendapatkan view dengan latar belakang Batu So’on.

batu-solor-bondowoso

“Kami sengaja prioritaskan dulu fasum dulu sebagai penunjangnya. Misalnya toilet, mushola, tempat parkir, dan lainnya,” ujar Adi Sunaryadi, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Olah Raga Bondowoso, kepada detiktravel, Sabtu (2/3/2019).

Menurutnya, karena fasilitas umum itu merupakan sarana vital yang sangat dibutuhkan para pengunjung. Apalagi, lokasi ini relatif jauh dari perkampungan penduduk sekitar. Sehingga kebutuhan sarana tersebut mutlak diperlukan. Setelah itu, barulah dibangun sarana penunjang lainnya.

“Baru kemudian menyusul sarana penunjang lain yang bersifat pengembangan. Sebab, bagaimana pengunjung mau ke situ jika sarana dan prasarananya masih susah,” paparnya.