Monday, June 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apakah Boleh Membayar Zakat Dengan Cara Online?

Apakah Boleh Membayar Zakat Dengan Cara Online

Pada era perkembangan teknologi saat ini, hampir setiap aktivitas manusia mengalami pergeseran dari cara konvensional menjadi online dengan memanfaatkan jaringan internet. Begitu juga dengan adanya kemunculan tren pembayaran zakat melalui platform online. Tren ini pun muncul sebagai pilihan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat ataupun memberikan donasi.

Zakat online sendiri merupakan proses pembayaran zakat yang dilakukan melalui sistem digital. Dimana pemberi zakat itu tidak bertemu langsung dengan amil zakat dalam melakukan pembayaran zakat. Amil zakat adalah pihak yang bertanggungjawab terkait pengumpulan hingga penyaluran harta zakat. Cara ini muncul sebagai bentuk adaptasi pada perkembangan zaman di mana masyarakat menginginkan kemudahan lewat bantuan teknologi.

Sayangnya persoalan mengenai pembayaran zakat melalui platform online justru memunculkan respon yang berbeda dalam masyarakat. Boleh atau tidaknya berzakat secara online masih terus menjadi hal yang diperdebatkan.

“Secara muamallah, pembayaran zakat berbeda dengan transaksi jual beli yang mewajibkan akad dan ijab qabul. Selama ada muzakki, harta yang akan dizakatkan, serta penerima zakat, pembayaran zakat secara online dalam Islam diperbolehkan selama tidak mengundang mudharat.”

“Persoalan kebiasaan ijab qabul dan juga doa yang biasanya dibacakan oleh amil zakat pun sebetulnya sudah mampu teratasi. Di pembayaran zakat online, setiap pembayaran zakat yang cashless akan selalu diikuti oleh konfirmasi melalui SMS untuk meyakinkan niatan muzakki dalam berzakat, juga disertai doa yang biasanya dibacakan amil zakat kepada muzakki. Tapi sekali lagi, proses ijab qabul dalam pembayaran zakat tidak diwajibkan.”

Kemunculan teknologi seperti ini, akan semakin memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk membayar zakat. Tentunya, sesuatu yang memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan perintah agama islam seharusnya diperbolehkan.

Perkembangan tren zakat online

Perlu diakui bahwa perkembangan penggunaan fasilitas pembayaran zakat secara online terus meningkat tiap tahunnya. Sebesar 80% pembayaran zakat dilakukan secara online. Menurutnya, hal ini meningkat secara signifikan bila dibandingkan dengan yang terjadi pada 2015.

“Masyarakat kan cenderung mengikuti tren teknologi. Hal ini pun kami manfaatkan untuk bisa menyebarkan gerakan dakwah tentang zakat. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengumpulan dan penyaluran zakat, kami pun merasa terbantu.”

Harapannya supaya sistem zakat online ini bisa terus berkembang agar semakin memberikan kemudahan bagi orang yang ingin berbagi senyuman dan kebahagian lewat donasi untuk masyarakat yang kurang mampu.