Sunday, December 15Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apakah Benar Jaringan 5G Berbahaya Untuk Kesehatan Manusia

Apakah Benar Jaringan 5G Berbahaya Untuk Kesehatan Manusia

Jaringan telekomunikasi generasi terbaru 5G menjanjikan kecepatan berselancar yang jauh melampaui generasi sebelumnya. 5G merupakan perkembangan jaringan termutakhir, yang disebut memiliki kecepatan unduh 5-10 kali lebih cepat ketimbang jaringan generasi sebelumnya, 4G. Selain itu, jaringan 5G juga akan memiliki waktu respons yang lebih rendah ketimbang jaringan generasi sebelumnya.

Meski demikian, kemunculan 5G tidaklah luput dari kontroversi. Oleh sejumlah pihak, 5G dianggap memiliki dampak buruk bagi kesehatan pengguna. Opini para ahli pun beragam dalam menanggapi isu tersebut.

Kelompok yang pertama diisi oleh mereka yang menganggap bahwa jaringan 5G dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Anggapan demikian didasari oleh penelitian National Toxicology Program yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan AS mengenai hubungan antara radiasi 2G dan 3G yang tinggi dan kanker hati pada tikus jantan.

Meskipun kesimpulan tersebut kurang menjelaskan tentang hubungan antara radiasi ponsel dan kanker bagi manusia, ketakutan terhadap jaringan 5G juga didasari oleh belum adanya penelitian terkait keamanan biologis dalam penggunaan 5G. Martin Pall, seorang profesor biokimia di Washington State University, menganggap bahwa penerapan jaringan 5G belum memiliki uji keamanan biologis.

“Menempatkan puluhan juta antena 5G tanpa uji keamanan biologis satupun,” begitu kata Pall, seperti dilansir CNET. “Itu adalah ide paling bodoh yang pernah ada dalam sejarah dunia,” sambungnya.

Adapun kelompok kedua adalah mereka yang menganggap bahwa ketakutan terhadap jaringan 5G adalah kesimpulan yang tidak ilmiah. Kenneth Foster, seorang profesor bioengineering di University of Pennsylvania, mengatakan bahwa mereka yang mengkritik 5G mengambil fakta seenaknya dan melupakan bahwa belum banyak penelitian perihal efek biologis dalam penggunaan jaringan 5G.

Hubungan radiasi ponsel dan kanker itu rumit untuk disimpulkan karena limitasi yang ada. Mengutip perkataan Michael Wyde, seorang ahli toksikologi, yang mengatakan, “5G adalah teknologi baru yang belum benar-benar telah didefinisikan.” Kehadiran jaringan 5G sudah di depan mata. Meski di Indonesia implementasinya mungkin masih butuh waktu lama, tapi sejumlah perusahaan telekomunikasi sudah bersiap sejak sekarang untuk 5G.

Telkomsel misalnya, yang baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan dua perusahaan teknologi yaitu Cisco dan Huawei. Pengumuman kemitraan itu dilakukan dalam perhelatan Mobile World Congress 2019 (MWC 2019) di Barcelona, Spanyol.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata Telkomsel dalam mematangkan kesiapan 5G di Indonesia. Tema utama MWC tahun ini adalah 5G: Intelligent Connectivity, teknologi yang dianggap dapat mendukung terwujudnya industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah Indonesia.

Telkomsel melihat Cisco sebagai pemimpin teknologi dunia yang mendorong inisiatif untuk inklusi digital pertama di Indonesia. Cisco akan membantu meningkatkan jaringan seluler Telkomsel dengan kesiapan 5G. Kolaborasi ini akan membangun sebuah CDA 5G Test Hub untuk memfasilitasi pengujian dan integrasi adopsi 5G di Indonesia.