Wednesday, June 3Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apa Yang Dikatakan Fadli Zon Saat Membalas Cuitan Fahri Hamzah

Apa Yang Dikatakan Fadli Zon Saat Membalas Cuitan Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menjawab cuitan Fahri Hamzah terkait sikap pemerintah. TribunJateng.com, melansir dari akun Twitter @fadlizon pada Jumat (9/11/18). Mulanya Fahri Hamzah mencoba mengaitkan kebijakan Jokowi yang memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang mendaampinginya di pilpres 2019 mendatang.

Selain itu, Fahri Hamzah juga mnegomentari pemilihan Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara Jokowi-Maruf Amin. Tak hanya itu, Fahri Hamzah juga menanggapi soal pembakaran bendera dan kasus pemeriksaan Rizieq Shihab di Arab Saudi. Menurut Fahri Hamzah, pemerintah tidak memiliki penasehat hukum yang baik.

Terkait dengan posisi Yusril Ihza Mahendra yang menjadi pengacara Jokowi, Fahri Hamzah menduga bahwa Yusril akan bertentangan dengan keputusan pemerintah. Penilaian Fahri Hamzah tersebut lantaran Yusril pernah menjadi pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Berikut cuitan Fahri Hamzah selengkapnya:

Masih di antara kejadian yang ada; sejak pemilihan ketum MUI sebagai cawapres, sampai pemilihan Lawyer, yg politisi Islam sebagai PENASEHAT hukum adalah ikhtiar petahana untuk tidak lagi nampak #AntiIslam atau mengidap #Islamophobia. Apapun itu perlu dihargai tepi apakah serius? Selain hak setiap orang untuk memilih, ketua umum MUI dan juga ketua umum PBB pun memiliki peran yang simbolik. Peran simbolik ini pada satu sisi nampaknya penting bagi petahana namun peran simbolik itu juga harus dibuktikan apakah secara substantif pemerintah memang berubah.

Ini memang sedang dalam tahun politik, semua gerak para tokoh akan diberi arti politik. Namun kepentingan kita adalah untuk bersaksi apakah pemerintah sudah menyadari kesalahannya dan 2 langkah besar itu dilakukan sebagai koreksi menyeluruh. Jika bukan koreksi total sayang sekali. Kita memiliki kepentingan agar di masa depan sudah tidak ada lagi pemerintahan yang akan menjadi pencipta konflik dan juga suasana keruh di antara para warga negara. Dan kedua kandidat ini sedang diuji siapakah yang betul-betul paham bahwa kemampuan negara untuk membuat aman sama dengan kemampuannya untuk bikin kacau.

Namun saya mengkritik 2 langkah terakhir pemerintah dalam upaya menangani pembakaran bendera dan juga penanganan HRS di Arab Saudi. Mohon maaf kalau saya mengatakan bahwa pemerintah tidak punya PENASEHAT hukum yang baik selama ini. Sekarang, coba tanya pada penasihat Hukum yang baru, saya yakin beliau akan mengkoreksi sikap pemerintah saat ini. Sikap Prof YIM selama ini memang dalam pengertian jika saya bertentangan dengan keputusan yang diambil oleh pemerintah. Itukah sebabnya beliau akhirnya menjadi lawyer HTI dan lain-lain.

Kemampuan Prof YIM selama ini yang tidak saja sering menang di pengadilan umum bahkan di peradilan Konstitusi, di MK akan diuji apakah beliau “direkrut” untuk penetingan simbolik petahana atau kepentingan yg nyata? Kita lihat adanya apakah beliau “dipakai” atau “dipajang”? Semuanya akan segera terlihat sehingga kita akan mengetahui bahwa petahana akan sekedar mengulur waktu atau pun memang ingin menyelesaikan masalah dengan “umat Islam” yang memang belum selesai.,” ujar Fahri Hamzah.

Terkait cuitan Fahri Hamzah yang berharap agar tidak ada lagi pemerintah yang menjadi pencipta hoax dan konflik. Menurut Fahri Hamzah, negara harus membuat rasa aman, bukan kemampuannya bikin kacau. Fadli Zon lantas membalas cuitan Fahri Hamzah. Fadli Zon menilai bahwa rezim sontoloyo yang adu domba anak bangsa.

“Itulah #rezimsontoloyo yg adu domba anak bangsa,” tulis Fadli Zon. Diketahui Sebelumnya, Yusril menerima tawaran untuk menjadi pengacara pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Yusril sebelumnya mengaku diajak oleh Erick Thohir yang tidak lain adalah Ketua dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Yusril sebelumnya menjadi pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut dirinya, tawaran agar menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf ini telah datang dari sejak lama. Namun, ia baru bisa menjawab permintaan itu saat bertemu dengan Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta pad hari Minggu (4/11/2018). “Kami berbincang dan Pak Erick menanyakan akan kepastian apakah saya mau menjadi lawyernya Pak Jokowi dan Pak Kiyai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon Capres dan juga cawapres,” ujar Yusril dalam keterangannya hari Senin (5/11/2018).

“Maka saya katakan kepada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan diri saya, akhirnya saya pun memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer keduanya itu,” jelas Yusril. Kementerian Luar Negeri juga membenarkan kabar bahwa pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab juga sempat diperiksa aparat keamanan Arab Saudi. Pemeriksaan tersebut terkait laporan warga negara Saudi yang melihat bendera terpasang di depan rumah Rizieq di Mekkah.