Monday, October 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apa Saja Perbedaan Xiaomi Redmi Note 6 Dan Redmi Note 5 AI

Apa Saja Perbedaan Xiaomi Redmi Note 6 Dan Redmi Note 5 AI

Baru beberapa bulan yang lalu Xiaomi Redmi Note 5 AI diluncurkan, namun kini pabrikan China itu kembali resmi meluncurkan versi lanjutannya, yakni Redmi Note 6 Pro, di Indonesia pada hari Selasa, (6/11/2018), dengan tentunya membawa beberapa peningkatan dari generasi yang sebelumnya. Namun, ternyata masih ada beberapa sisi spesifikasi yang terlihat sama dengan model terdahulunya itu yang telah meluncur di tahun yang sama.

Apakah para pengguna Redmi Note 5 AI perlu upgrade ke Redmi Note 6 Pro? Manakah di antara kedua smartphone itu yang layak dipilih oleh pembeli baru? Silakan simak perbandingan antara kedua ponsel yang dirangkum dari salah satu portal berita berikut. Xiaomi Redmi Note 6 Pro kali ini hadir dengan desain baru berponi dan juga layar yang sedikit lebih besar dari pendahulunya. Ponsel ini mempunyai layar Full HD+ 6,26 inci dengan aspect ratio 19:9. Sementara  itu Redmi Note 5 AI sebelumnya memiliki layar HD+ 5,99 inci yang lebih kecil dengan aspect ratio 18: 9 tanpa adanya notch.

Perbedaan layar antara keduanya membuat display dari Redmi Note 6 Pro terlihat lebih lebar serta memanjang dibanding dengan Redmi Note 5 AI, meskipun komprominya adalah kemunculan notch pada bagian atas. Pada sektor kemampuan fotografinya, Xiaomi Redmi Note 6 Pro memiliki konfigurasi empat kamera dengan detail dua kamera di masing-masing sisi depan dan juga belakang. Redmi Note 6 Pro adalah model pertama dari smartphone entry-level Redmi besutan dari Xiaomi yang mendapatkan fitur empat kamera. Pada bagian belakangnya, Redmi Note 6 Pro mempunyai sensor kamera standar 12 megapiksel (f /1.9) serta kamera kedua dengan resolusi 5 megapiksel (f /2.2) yang berfungsi sebagai depth sensor untuk menerapkan efek depth-of-field.

Sementara itu pada bagian depannya, ponsel ini disokong kamera swafoto dengan resolusi 20 megapiksel (f/2.0) dan juga 2 megapiksel (f/2.2) yang berperan sebagai depth sensor untuk menghasilkan foto bokeh. Pada sisi lain, Redmi Note 5 AI juga sudah memiliki pengaturan kamera ganda di bagian belakang yang sangat mirip dengan Redmi Note 6 Pro. Kamera belakang  Redmi Note 5 AI mempunyai sensor primer 12 megapiksel (f/1.9) serta sensor sekunder 5-megapiksel (f/2.0).

Perbedaannya ada di bagian depan yaitu di mana Redmi Note 5 AI hanya  disokong oleh kamera tunggal beresolusi 13  megapiksel dengan lensa f/2.0. Redmi Note 5 AI dan juga Redmi Note 6 Pro sama-sama mengandalkan teknologi AI untuk kemampuan mempercantik hasil jepretan kamera, melalui penyesuaian parameter dengan cara otomatis berdasarkan pengenalan dari scene foto.

Namun demikian di Redmi Note 6 Pro, Xiaomi mempercanggih AI dengan banyak fitur baru seperti AI Portrait Mode dan juga pengenalan hingga 27 scene yang berbeda. Dari segi prosesornya, Redmi Note 6 Pro dan juga pendahulunya berbagi sytsem-on-chip yang sama, yaitu Snapdragon 636. Kedua ponsel ini pun juga memiliki baterai berkapasitas 4.000 mAh. Tak hanya prosesor dan juga baterai, Redmi Note 5 AI dan juga Redmi Note 6 Pro memiliki konfigurasi RAM serta storage yang sangat sama persis. Keduanya memiliki pilihan varian  RAM 3 GB/32 GB storage serta RAM 4 GB/64 GB storage dengan didukung operasi Android Oreo 8.1 dan juga antarmuka MIUI 9,

Di Indonesia sendiri, Xiaomi membanderol Redmi Note 6 Pro dengan harga Rp 2,9 juta untuk versi RAM 3 GB/ 32 GB dan Rp 3,3 juta untuk varian RAM 4 GB serta penyimpanan 64 GB. Sementara itu, dengan harga yang tidak berbeda jauh, Redmi Note 5 AI yang memiliki RAM 3 GB serta penyimpanan 32 GB dibanderol dengan harga  Rp 2,5 juta dan Rp 3 juta untuk RAM 4 GB dan juga penyimpanan 64 GB pada saat peluncuran di bulan April lalu.

Jika pengguna ingin fitur kamera yang lebih mumpuni dan layar yang lebar kekinian dengan poni, maka Redmi Note 6 Pro bisa jadi cocok untuk dipilih. Namun, jika tidak mementingkan kamera ataupun layar yang lebih lebar maka meminang Redmi Note 5 AI rasanya tidak terlalu masalah karena secara garis besar tidak ada yang berubah secara signifikan dari sisi hardware.