Saturday, August 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apa Itu Bulek Lamno Yang Sering Ada Di Aceh

Apa Itu Bulek Lamno Yang Sering Ada Di Aceh

Suku asli di Indonesia sebenarnya tidak memiliki mata biru yang indah. Orang yang tinggal di Indonesia rata-rata hanya memiliki mata yang berwarna coklat gelap atau hitam. Mata biru hanya didapatkan dari mereka yang memang merupakan peranakan orang Eropa seperti artis-artis yang menghiasi pertelevisian Indonesia.

Selain mereka yang kerap hadir di layar kaca, manusia dengan mata biru di Indonesia ternyata ada di kota Aceh. Beberapa gadis muslim di Aceh ternyata memiliki mata biru kecokelatan dan juga memiliki rambut pirang. Konon, mereka itu adalah keturunan orang Portugis yang dahulu pernah singgah di Aceh. Berikut ini kisah si mata biru dari Aceh yang memiliki kecantikan luar biasa seperti dilansir dari boombastis.com.

  • Asal Muasal Mata Biru dari kota Aceh

Ada dua versi cerita yang telah mengungkapkan tentang asal-usul dari Bulek Lamno ini. Versi pertama yaitu mengatakan bahwa keturunan bermata biru ini berasal dari penjajahan bangsa Portugis di Aceh pada awal abad ke-16. Saat bangsa itu akan mencari rempah ke Indonesia mereka masuk ke kota Aceh dan akhirnya menetap di sana. Beberapa pria dari pasukan itu pun menikah dengan gadis Aceh dan akhirnya menghasilkan keturunan dengan mata biru kecokelatan yang indah.

Selanjutnya versi kedua juga menjelaskan bahwa keturunan mata biru yang disebut Bulek Lamno ini dimulai ketika kapal perang Portugis terdampar di Aceh. Kala itu Raja Daya memerintahkan untuk menangkapi siapa saja yang masih hidup. Jika mereka ingin ditolong maka mereka harus masuk Islam namun jika menolak dipersilakan kembali ke lautan. Dari sini para pria dari Portugis pun menikah dan menghasilkan banyak keturunan.

  • Lokasi Bulek Lamno Tinggal

Sebagian besar penduduk dengan ciri-ciri bermata coklat kebiruan, kulit putih, dan juga rambut pirang ada di Kecamatan Lamno. Mereka tersebar di beberapa desa yang dahulu memang pernah masuk ke dalam kawasan kerajaan Daya seperti Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Lambeso, dan Teumarem. Desa-desa ini terletak di pesisir barat Aceh dan juga berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Saat Aceh diterjang oleh tsunami beberapa tahun silam, banyak dari Bulek Lamno ini yang akhirnya pindah ke berbagai tempat. Rata-rata mereka telah memilih tinggal di kota yang mudah diakses dan mau menerima keunikan dari fisik yang kadang bagi beberapa warga Aceh dianggap aneh dan tidak sama dengan warga lokal.

  • Jumlah yang Semakin Menipis

Sungguh disayangkan, saat bencana tsunami datang pada beberapa tahun yang lalu, banyak dari warga keturunan ini yang hilang dan bahkan meninggal dunia. Bahkan pula tidak lebih dari 40 persen sisa warga keturunan Portugis ini yang berhasil bertahan hidup. Akhirnya mereka pun memilih pergi dari kampung halaman tempat mereka tinggal dan memilih pergi ke daerah lain dengan komunitas kecil yang mereka bentuk.

Oh ya, Bulek Lamno ini juga dikenal kerap menutup diri dengan dunia luar. Mereka lebih suka hidup dengan sederhana dan juga tidak terlibat banyak dengan penduduk lokal Aceh. Entah apa alasannya, mereka akan lebih suka bergaul dengan orang yang memiliki keadaan fisik yang sama.

  • Menjadi Buruan Pemuda Aceh

Kecantikan dan juga kemolekan dari para gadis keturunan dari Portugis ini tentu menarik perhatian banyak orang di sana. Beberapa pemuda yang belum menikah pun bahkan sengaja memilih tinggal di sekitar perkampungan dari Bulek Lamno. Mereka akan berusaha mencari gadis-gadis yang siap nikah untuk dipinang sampai dapat.

Fenomena gadis dengan mata biru dan juga berambut pirang di Aceh sangatlah menarik. Banyak sekali yang bilang kalau muslim dengan mata biru itu sungguh cantik. Mereka tidak hanya memiliki kelebihan fisik saja, namun juga memiliki kebaikan akhlak yang membuat banyak orang ingin menikahinya.

Inilah kisah dari muslim bermata biru yang berasal dari kota Aceh. Meski mereka memang keturunan dari Portugis, Bulek Lamno tetaplah warga negara Indonesia dan bagian dari kita semua. Semoga Bulek Lamno tetap ada untuk memperkaya keragaman genetis yang ada di Indonesia.