Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apa Benar Keperawanan Jadi Alasan Atlet Ini Gagal Ikut Sea Games

Apa Benar Keperawanan Jadi Alasan Atlet Ini Gagal Ikut Sea Games

Kontingen Indonesia di SEA Games 2019 diterpa kabar tak sedap. Adalah kabar pemulangan salah atlet putri tim senam artistik, Shalfa Avrila Siani (17), secara paksa oleh pelatihnya karena tak perawan.

Kondisi itu sampai membuat keluarganya terkejut dan melakukan cek keperawanan di salah satu rumah sakit. Hasil tes menunjukkan, atlet asal Kediri, Jawa Timur, tersebut dinyatakan masih perawan.

Menyoal kabar ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) angkat suara. Melalui keterangan tertulisnya, Kemenpora menyebut salah satu penggurus PERSANI (Persatuan Senam Seluruh Indonesia) memastikan kabar pemulangan Shalfa karena tak perawan tidak benar.

Pihak PERSANI menyebut pemulangan Shalfa murni karena masalah performa dan prestasi. Mereka menilai performa Shalfa tak cukup memungkinkan untuk bersaing di SEA Games sehingga diputuskan untuk diganti dengan atlet lain.

“Kami (Kemenpora) baru mendapat info kehebohan soal berita pemulangan atlet senam SEA Games 2019 secara paksa oleh pelatih PERSANI. Kami langsung mengubungi Ibu Ita dari PERSANI, dan infonya sebagai berikut: Katanya tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih PERSANI,” bunyi pernyataan Kemenpora.

“Yang benar, ujar Pak Indra yang merupakan pelatih Shalfa di Jawa Timur. Bahwa atlet tersebut indisipliner dan juga kurang fokus yang berdampak prestasi menurun. Sehingga akhirnya diputuskan pelatihnya tidak di sertakan di SEA Games 2019. Dan lalu digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi,” lanjut pernyataan itu.

“Kemenpora tentu cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Kami sudah langsung komunikasi dengan PERSANI. Yang benar katanya terkait dengan masalah kondisi prestasinya, jadi tidak ada hubungannya dengan masalah mohon maaf, keperawanan. Sesuai dengan Perpres 95 tahun 2017, hak promosi dan juga degradasi atlet memang ada di Cabor, bukan di Kemenpora maupun KONI.”

Kendati sudah mendapat penjelasan dari pengurus cabor, Kemenpora memastikan bakal menyelidiki lebih lanjut soal pemulangan atlet dari skuat senam Indonesia di SEA Games 2019. Jika terbukti benar pemulangan berdasarkan keperawanan, pelatih akan diberi tindakan tegas.

Baca juga :

 

“Tetapi jika benar bahwa pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, kami akan tindak tegas, karena ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tidak ada hubungannya dengan masalah prestasi,” tegas Kemenpora.

“Kepada seluruh cabor kami ingatkan bahwa untuk tidak menimbulkan kehebohan sekecil apa pun. Karena itu semua akan berdampak luas pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan. Lebih baik silahkan berkonsultasi langsung kepada pimpinan induk cabor ataupun KONI. Jika tidak dapat terselesaikan langsung bisa ke Kemenpora, agar isu-isu sensitif seperti itu bisa segera dimitigasi secepatnya,” tutup pernyataan tersebut.