Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Apa Alasan Sebenarnya Bukalapak PHK Para Karyawannya

Apa Alasan Sebenarnya Bukalapak PHK Para Karyawannya

Perusahaan e-commerce Bukalapak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap “banyak” karyawannya dari sejumlah divisi sebagai upaya untuk kembali ke fokus utama perusahaan.

Bukalapak diketahui mengambil fokus untuk memberi solusi pada layanan jual beli online. Baru-baru ini, perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaky dan kawan-kawan ini, juga berusaha untuk tumbuh dengan mengambil fokus mendorong kemajuan bisnis usaha kecil menengah (UKM) yang menjadi mitranya.

Dari fokus ini, Bukalapak berharap mengalami pertumbuhan transaksi, meningkatkan pendapatan untuk tumbuh sebagai perusahaan e-commerce yang berkelanjutan, dan pada ujungnya nanti menghasilkan laba. “Ini refocus,” kata salah satu sumber kumparan, ketika ditanya terkait latar belakang PHK ini.

Belum diketahui secara pasti berapa banyak karyawan yang terkena PHK, namun sumber kumparan yang lain mengatakan jumlahnya terbilang “banyak.” Sumber itu bilang para karyawan yang terkena PHK ini mendapatkan pesangon.

Pengumuman terhadap karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja ini, dilakukan Bukalapak dalam waktu satu hari. Manajemen memanggil karyawan yang bersangkutan lalu diberi tahu bahwa ia adalah salah satu yang di-PHK, lalu karyawan itu akan mendapatkan sejumlah uang sebagai pesangon.

Bukalapak sendiri telah angkat bicara soal isu ini. Menurut Intan Wibisono, Head of Corporate Communications Bukalapak, keputusan ini disebutnya sebagai upaya menata diri menuju perusahaan dewasa.

“Bukalapak sudah tumbuh sebesar dan secepat ini dalam kurun waktu singkat. Di skala perusahaan seperti ini, tentu saja kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa. Atau bisa juga kami sebut sebagai a grown up company. Terutama untuk menjamin visi kami untuk bisa terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang.” Begitu ujarnya kepada kumparan, Selasa (10/9).

Perusahaan e-commerce Bukalapak akhirnya menanggapi kabar terkait pemutusan hubungan kerja terhadap “banyak” karyawannya di sejumlah divisi. Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya untuk menata diri menjadi perusahaan besar.

Intan Wibisono, Head of Corporate Communications Bukalapak berkata, perusahaan telah tumbuh cepat dalam kurun waktu singkat. Hal ini dibuktikan dengan gelar unicorn yang mereka raih pada 2017 lalu, ketika usianya masih 7 tahun. Unicorn merupakan gelar untuk startup yang nilai valuasinya sudah tembus 1 miliar dolar AS.

Intan enggan menyebutkan berapa banyak karyawan Bukalapak yang terkena PHK. Ia hanya bilang keputusan ini sudah diperhitungkan secara matang untuk menjamin visinya terus tumbuh sebagai perusahaan e-commerce yang sustainable dalam jangka panjang. “Yang jelas kami menata diri secara terbatas dan selektif untuk bisa mewujudkan visi kami sebagai sustainable e-commerce,” tambahnya.

Sementara salah satu sumber kumparan berkata, jumlah pegawai Bukalapak yang terkena pemutusan hubungan kerja ini terbilang “banyak”. Para karyawan yang terkena PHK ini juga disebutnya mendapatkan pesangon.

Pengumuman terhadap karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja ini, dilakukan Bukalapak dalam waktu satu hari. Manajemen memanggil karyawan yang bersangkutan lalu diberi tahu bahwa ia adalah salah satu yang di-PHK, lalu karyawan itu akan mendapatkan sejumlah uang sebagai pesangon.

Bukalapak diketahui mengambil fokus untuk memberi solusi pada layanan jual beli online. Baru-baru ini, perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaky dan kawan-kawan ini, juga berusaha untuk tumbuh dengan mengambil fokus mendorong kemajuan bisnis usaha kecil menengah (UKM) yang menjadi mitranya.

Dari fokus ini, Bukalapak berharap mengalami pertumbuhan transaksi, meningkatkan pendapatan untuk tumbuh sebagai perusahaan e-commerce yang berkelanjutan, dan pada ujungnya nanti menghasilkan laba.