Thursday, March 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Anies Baswedan Ultimatum Calon Pendampingnya Membenahi Jakarta

Anies Baswedan Ultimatum Calon Pendampingnya Membenahi Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan ultimatum kepada calon Wakil Gubernur yang akan mendampinginya di Provinsi DKI Jakarta. Kekosongan kursi Wakil Gubernur ini menjadi rebutan Partai Gerindra dan PKS agar kadernya bisa duduk menggantikan Sandiaga Uno yang sebelumnya mendampingi Anies Baswedan.

Gubernur Anies Baswedan pun sudah mewanti-wanti agar sosok Wakil Gubernur yang bakal mendampinginya itu tidak membawa visi dan misi lain. Menurutnya, orang yang bakal menduduki kursi Wakil Gubernur haruslah sejalan dengannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Tak hanya itu, Anies juga meminta agar calon Wakil Gubernurnya itu tidak membawa peta sendiri saat sudah masuk dipemerintahan.

Anies juga sempat menanggapi usul Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang memintanya turun langsung memilih wagub yang hingga saat ini masih kosong. “Enggak ada, urusan partai itu. Mereka sudah matang sekali. Mereka itu bersaudara, enggak perlu ada penengah. Bersaudara. PKS dengan Gerindra itu bersekutu dalam lima tahun ini, mereka akan dan telah berjalan bersama. Ini bagaikan dinamika kakak adik saja” kata Anies Baswedan ditemui di kawasan Sungai Ciliwung, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2018) dilansir oleh Warta Kota.

Anies Baswedan pun tidak ambil pusing dengan adanya berbagai desakan dari berbagai pihak, agar kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta segera diisi. “Enggak lah. Menurut saya masyarakat yang sudah mendesak dan biarkan proses politiknya jalan,” ucap Anies Baswedan. Sedangkan untuk kriteria pendampingnya kelak, Anies Baswedan berharap sosok tersebut dapat mengikuti visi dan misi yang selama ini ia jalankan.

“Yang penting wagub itu mau ikut pada visi gubernur, jangan bawa visi sendiri, karena dia bergabung di tengah jalan, jangan bawa peta sendiri,” tuturnya. Melansir Tribunnews.com, Partai Gerindra dan PKS akhirnya menyepakati Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan dipilih dari PKS. Dua nama kandidat yang berasal dari PKS akan dipilih melalui DPRD DKI Jakarta yaitu Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto, serta Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Mereka akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test yang bakal digelar Partai Gerindra dan PKS. Agung Yulianto mengaku nothing to lose terkait pada pencalonannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno. Pengusaha itu juga mengatakan tak jadi masalah jika akhirnya dia juga tidak terpilih.

“Intinya adalah begini, kalau untuk saya yang penting ini adalah PKS yang bisa menjadi wagub. Soal saya ataukah Pak Syaikhu, tidak masalah sama sekali,” ujar Agung Yulianto saat dihubungi wartawan, hari Selasa (6/11/2018). Sebab menurutnya, yang terpenting Wakil Gubernur DKI Jakarta berasal dari PKS sesuai janji Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Jadi itu merupakan yang paling penting karena itu pula adalah komitmen dari Pak Prabowo Subianto tentang ke-waguban ini. Jadi buat saya enggak masalah. Saya nothing to lose sekali dan bahkan siap mendukung Pak Syaikhu kalau dia memang dianggap lebih pas,” kata Agung Yulianto. Agung mengaku namanya dan juga Ahmad Syaikhu sudah ditetapkan lewat surat dari DPP dan juga DPW DKI PKS.

Adapun Syaikhu, juga mengaku sedang mempelajari permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh Provinsi DKI Jakarta. Dia juga melakukan hal itu guna mempersiapkan diri menjelang uji kepatutan dan kelayakan. “Sangat penting sekali bagi seorang pemimpin untuk dapat mengenal daerahnya. Saat dia tidak mengenal daerah dengan sangat baik, permasalahan dengan baik pula, tentu dia akan sulit juga berbuat secara optimal. Ini yang sedang saya coba untuk pelajari,” ujar Syaikhu saat dihubungi kemarin.

Ia menyatakan bahwa memang belum mengetahui seperti apa uji kepatutan dan juga kelayakan yang akan digelar guna menentukan dua kandidat wagub DKI ini. Mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu pun masih menunggu undangan untuk mengikuti seleksi itu. “Saya masih setia menunggu, belum ada undangan untuk fit and proper test,” ujar dia.

Syaikhu juga mengaku tidak akan mempermasalahkan uji itu. Dia akan mencoba untuk mengikuti seluruh mekanisme yang telah ¬†ditentukan DPW PKS DKI Jakarta dan juga DPD Partai Gerindra DKI Jakarta. “Saya pasti ikut saja dengan aturan main yang telah disepakati,” ujarnya.

Related Post

Ini Komentar Permadi Atas Permintaan Maaf Prabowo Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentu tak menduga ucapannya tentang "tampang Boyolali" bakal jadi polemik berkepanjangan. Setelah ucap...
Saat Para Atlet Badminton Indonesia Ikut Tes CPNS Para atlet badminton Indonesia, Jonatan Christie, Anthony Ginting, Tontowi-Liliyana, hingga Marcus-Kevin tampak ikut dalam Computer Assisted Test CP...
Instagram Ahok Posting Sesuatu Yang Sangat Mengeju...   Akun Instagram Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mem-posting Simpang Susun Semanggi yang dibangun tanpa hutang, Jumat (4/1/2019). Postingan yang ...
Mauricio Pochettino Membangun Spurs Hanya Dengan M... Dalam beberapa tahun terakhir, Tottenham Hotspur berhasil merusak tatanan dominasi tim-tim 4 besar Liga Inggris. Tottenham Hotspur selalu mampu fini...