Saturday, December 14Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Anggota Polisi Ini Ditemukan Tewas Setelah Disandera KKSB

Anggota Polisi Ini Ditemukan Tewas Setelah Disandera KKSB

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua yaitu Kombes Pol AM Kamal, membenarkan Briptu Hedar meninggal dunia dalam tugasnya di Kabupaten Puncak. Menurut Kamal, tubuh Briptu Hedar ditemukan sekitar pukul 17.30 WIT dalam kondisi tak bernyawa tak jauh dari lokasi dirinya diculik.

Sebelumnya sudah dikabarkan bahwa Briptu Hedar disandera oleh 6-8 orang di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, sekitar pukul 11.00 WIT, Senin (12/8). “Saat ini, almarhum disemayamkan di Pukesmas Ilaga dan rencananya besok akan diterbangkan di Makassar, karena keluarga besarnya ada di Makassar,” kata Kamal, Senin malam (12/8).

Kamal juga menyebutkan sesaat setelah kejadian, aparat TNI-Polri menyisir lokasi kejadian dan tak menemukan apapun. “Jadi sesaat kejadian itu, kami belum mengetahui pasti, apakah almarhum dibunuh di tempat lain atau bagaimana,” jelasnya. Kamal juga belum dapat menyebutkan penyebab meninggalnya Briptu Hedar. “Luka-lukanya di mana saja, kami belum dapatkan data secara konkrit. Sinyal di Ilaga sulit,” ucap Kamal.

Kamal menyayangkan terbunuhnya Briptu Hedar di saat Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Puncak sedang melakukan negosiasi dengan tokoh masyarakat di Ilaga. Di saat belum ada kata sepakat, Hedar dikabarkan meninggal dunia.

Briptu Hedar merupakan anggota polisi angkatan 39. Ia lulus menjadi anggota polisi pada 2014. Tahun lalu, Hedar telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa, karena berhasil membebaskan sandera di Kabupaten Nduga.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua belum dapat memastikan, apakah pelaku pembunuhan Briptu Hedar merupakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang bermukim di Kabupaten Puncak atau bukan. “Termasuk apakah ini kelompok Telenggen atau bukan, kami masih dalami,” kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, Senin (12/8).

Kamal menyebutkan, penyebab pasti kematian Briptu Hedar dapat diketahui usai hasil digital forensic keluar. Sebab menurut Bripka Alfonso, sebelumnya Briptu Hedar hanya diajak teman-temannya yang sudah lama dikenal di Distrik Ilaga.

“Kelompok yang menyandera Hedar diduga telah bersahabat lama dengan almarhum. Alfonso sendiri tidak menyangka peristiwa ini akan terjadi. Saat kejadian keduanya tak membawa senjata api,” ujarnya.

Kamal menyebutkan, Briptu Hedar bertugas di Kabupaten Puncak. Ia merupakan salah satu anggota polisi yang ditugaskan untuk penebalan Polsek Ilaga. “Melalui tugasnya, Hedar dapat berkomunikasi dengan masyarakat, agar tercipta rasa aman. Hedar baru 1 tahun bertugas di Puncak, karena lokasi tugasnya berpindah-pindah,” ujar Kamal.

Sekitar pukul 17.30 WIT, Senin (12/8), tubuh Briptu Hedar ditemukan tak jauh dari lokasi penyanderaan di Kampung Usir, Kabupaten Puncak. Sebelumnya, ia dikabarkan disandera oleh 6-8 orang.