Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ancaman Habib Bahar Kepada Jokowi Karena Merasa Dizalimi

Ancaman Habib Bahar Kepada Jokowi Karena Merasa Dizalimi

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan 2 remaja, Habib Bahar, merasa perkara yang menimpanya, hingga membuat ia ditahan, merupakan ketidakadilan hukum di rezim Jokowi. Hal itu ia katakan usai sidang ketiga dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi pengacaranya. Habib Bahar bahkan mewanti-wanti Jokowi saat ia nanti bebas dari masa penahanan.

“Sampaikan kepada Jokowi tunggu saya keluar. Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya,” kata Habib Bahar usai sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (14/3). “Tunggu saya keluar, ketidakadilan hukum dari Jokowi. Tunggu saya, akan dia rasakan,” lanjut Bahar tegas sambil meninggalkan tempat persidangan.

Pada sidang sebelumnya, Rabu (6/3), Habib Bahar menyatakan tak takut dengan ancaman pidana yang menjeratnya. Sekalipun ia dijerat dengan tiga dakwaan dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara. “Tak peduli seberapa besar ancaman hukuman, siksaan, tetapi kami tidak akan pernah mau tunduk kepada kezaliman” ucapnya.

Dalam kasus ini, Habib Bahar dan juga dua temannya didakwa telah menganiaya 2 remaja hingga babak belur di ponpes miliknya, Pondok Pesantren Ta’jul Alawiyin yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 1 Desember 2018. Jaksa menilai bahwa Habib Bahar telah menganiaya kedua korban karena telah berpura-pura sebagai dirinya.

Habib Bahar Smith mengaku dizalimi rezim Jokowi atas kasus yang menerpanya. Ia pun mengancam pemerintahan Jokowi. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menegaskan negara dan penegak hukum tak boleh kalah dan takut dengan ancaman yang dilontarkan Habib Bahar.

“Negara tidak boleh takut dengan hanya ancaman-ancaman seperti itu,” tutur politikus PKB itu, Kamis (14/3). Menurut Karding, Habib Bahar dipenjara karena kelakuannya sendiri dan bukan atas pemerintahan Jokowi. Karding menganggap pernyataan yang dilontarkan Habib Bahar menunjukkan sosok yang bukan tokoh agama.

“Ya itulah menunjukkan bahwa Habib Bahar ini bukanlah seorang tokoh agama yang cukup matang atau tokoh agama yang patut diikuti, orang tidak dibenarkan memiliki dendam, kepada orang lain apalagi,” kata Karding.

Legislator asal Jawa Tengah itu mengaku pemerintahan Jokowi tetap akan berjalan terus dan tidak terpengaruh dengan berbagai ancaman. “Tidak perlu terpengaruh dengan orang yang dalam hidupnya adanya ancaman dan kekerasan. Ini, menurut saya tidak baik,” pungkas Karding.

Habib Bahar yang kini menjadi terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap 2 remaja merasa dizalimi pemerintahan Jokowi. Ia mengaku tak mendapat keadilan hukum atas kasus yang menimpanya.