Thursday, September 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Alat Pendeteksi Tsunami Ini Mati Sejak Bertahun-tahun Yang Lalu

Alat Pendeteksi Tsunami Ini Mati Sejak Bertahun-tahun Yang Lalu

Masih berhubungan dengan bencana Gempa dan Tsunami yang melanda Indonesia belakangan ini ada satu fakta mencengangkan yang membuat kita menjadi miris dan merasa was-was akan hal ini. Indonesia sebenarnya memiliki alat deteksi Tsunami atau buoy tsunami namun sayangnya sudah tidak beroperasi sejak tahun 2012. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Buoy tsunami memang dari tahun 2012 samai sekarang tidak mampu beroperasi padahal merupakan alat yang sangat penting bagi peringatan dini.

Buoy Tsunami bekerja sebagai pendeteksi adanya kenaikan ombak di area yang dikebal sangat rawan gempa dan tsunami. Alat ini berupa pemancar yang dipasang di tengah laut dan akan memancarkan sinyal bila terdeteksi adanya gelombang tinggi. Sutopo menerangkan mengapa buoy tsunami tidak bekerja karena adanya masalah pendanaan. Sejak tahun 2012, pendanaan BNPB terus menurun sehingga untuk merawat buoy menjadi sangat sulit. Jadi intinya mengapa buoy tsunami tersebut tidak dirawat memang karena pendanaan yang terus diturunkan dari pemerintah. Jika dulu bisa mencapai 2 triliun rupiah maka tahun ini hanya ada 700 miliar rupiah.

Walau begitu tanpa pendanaan besar pun, BNPB bisa mengembangkan sensor-sensor di bawah laut untuk mendeteksi tsunami lebih dini. Sutopo juga berharap agar pemerintah bisa membantu BNPB untuk memiliki dan merawat alat pendeteksi tsunami seperti buoy tsunami ataupun alat pendeteksi tsunami lainnya. Masih menurut Sutopo, alat pendeteksi tsunami memang sangat diperlukan karena Indonesia adalah daerah rawan tsunami dimana tsunami ini terbukti telah sering terjadi dan memakan banyak korban jiwa.

Sejauh ini saja sudah lebih dari 1000 orang menjadi korban gempa dan tsunami Palu belum lagi jumlah korban yang hilang. Ditambah gempa Sumba yang baru saja terjadi walau memang tidak sebesar yang terjadi di Palu dan Donggala. Pemerintah diharapkan lebih aktif dalam membantu BNPB dan semua pihak terkait mengenai antisipasi dan penanggulangan bencana secara lebih tepat dan cepat serta pencegahan terhadap banyaknya korbanĀ  jiwa jika alat-alat yang dibutuhkan tersebut bisa berfungsi normal sesuai kapasitasnya.