Thursday, March 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Alasan Terbaru Sri Mulyani Terhadap Berubahnya Nilai Tukar Rupiah

Alasan Terbaru Sri Mulyani Terhadap Berubahnya Nilai Tukar Rupiah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai pergerakan nilai tukar rupiah yang sepanjang hari ini melemah, namun berhasil menguat pada penutupan perdagangan. Pada hari Selasa tanggal 13/11/2018 pukul 16:00 WIB, US$ 1 ditutup pada angka Rp 14.805 di pasar spot. Mata uang Garuda berhasil menguat tipis 0,03% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin, setelah sepanjang hari tertekan.

“Sebetulnya kalau kalian lihat pergerakan rupiah selalu ada saja alasannya dari luar, alasan dari dalam,” kata Sri Mulyani di kompleks Kementerian Keuangan, Selasa (13/11/2018). “Kita lihat lingkungan di mana kita beroperasi. Kondisi global dan dinamika yang ada itu harus kita jaga, waspadai dan bagaimana menjaga ekonomi kita agar bisa absorb itu,” jelasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah mengawali hari dengan pelemahan 0,17%. Selepas itu, pelemahan rupiah semakin menjadi dan sempat mencapai 0,81%.  Namun jelang tengah hari, rupiah mampu terus menipiskan pelemahannya. Akhirnya depresiasi rupiah habis dan pada penutupan mampu berbalik menguat.

Rupiah berhasil keluar dari dasar klasemen mata uang Asia. Dari status mata uang terlemah di Asia, rupiah gas pol dan keluar dari zona merah. Salah satu yang membuat rupiah tertekan, tak lepas dari data defisit transaksi berjalan pada kuartal III-2018 yang cukup dalam. Defisit transaksi jalan US$ 8,8 miliar atau 3,37% dari PDB.

Maka dari itu, pemerintah menegaskan akan terus berupaya mengendalikan defisit transaksi berjalan agar tak menjadi beban bagi nilai tukar. Apalagi, CAD kuartal IV-2018 diproyeksi bakal kembali tekor. “Saya rasa kita sudah membahasnya dalam sidang kabinet, dalam menko perekonomian, langkah-langkah yang dilakukan kementerian dan lembaga, dunia usaha dan dengan BI, OJK. Kami akan jalankan terus,” tegasnya.

Nilai tukar rupiah memang terus berubah sejau ini apalagi menjelang penutupan tahun 2018 nanti. Pastilah akan banyak yang terjadi menjelang penutupan tahun baru dan semoga berimbas baik bagi nilai tukar rupiah Indonesia terhadap dollar Amerika. Banyak faktor yang akan sangat mempengaruhi nilai tukar rupiah menjelang akhir tahun 2018 dan tahun baru 2019.

Related Post

Seorang Peneliti Memprediksi Gempa Dahsyat Yang Ak... Ada seorang peneliti asing yang memprediksi bahwa Indonesia bisa dilanda gempa dahsyat 9,5 SR. Dia menyebut bahwa selama ini masyarakat Indonesia hi...
Seorang Wanita Tanpa Busana Ditemukan Membusuk Di ... Wanita berusia 34 tahun bernama Sisca Icun Sulastri ditemukan tak bernyawa pada Selasa (18/12/2018) silam. Wanita berparas cantik itu ditemukan meni...
Mark Zuckerberg Katakan Hal Ini Terkait Pernyataan... Business Insider memberitakan, Zuckerberg dikabarkan kesal terhadap pernyataan Tim Cook yang mengkritik dirinya saat mengalami masalah Cambridge Ana...
Kisah Persahabatan Bocah Laki-laki Dengan Anjing S... Setia itu tidak hanya dalam hubungan percintaan saja, tapi juga dalam hal persahabatan dan hewan peliharaan terhadap pemiliknya. Baru-baru ini di ...