Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Alasan Mengapa Puasa Itu Harus Diawali Dengan Makan Sahur

Alasan Mengapa Puasa Itu Harus Diawali Dengan Makan Sahur

Bagi Anda yang beragama Islam, momen berpuasa di bulan Ramadhan sudah barang tentu menjadi hal yang dinanti-nanti. Biasanya, semangat berpuasa -sekaligus menjalani segala aktivitas khasnya- akan terasa lebih menggebu di hari-hari awal Ramadhan. Namun, tunggu saja sampai Anda menginjak tanggal pertengahan di bulan suci ini. Rasa malas untuk bangun sahur pastilah akan lumayan sering menghinggapi. Karena alasan inilah, banyak orang yang kemudian memutuskan untuk melewatkan waktu makan sahur.

Jangan dibiasakan! Sebab, kebiasaan puasa tanpa sahur itu ternyata cukup buruk bagi kesehatan. Tidak percaya? Berikut paparan lengkapnya:

Bahaya Puasa Tanpa Sahur

Bahaya bagi kesehatan fisik

Ternyata, kebiasaan puasa tanpa sahur memang bisa berakibat buruk bagi fisik Anda. Bahaya puasa tanpa sahur bagi kesehatan yang pertama adalah meningkatnya risiko tubuh mengalami dehidrasi. Hal ini sejalan dengan pernyataan dr. Tirta Prawota Sari, MSc., SpGK -ahli gizi- yang mengungkapkan bahwa kebiasaan puasa tanpa sahur terbukti dapat mencelakakan Anda sebab tubuh dapat kehilangan cairan selama menjalani ibadah puasa seharian.

Seperti yang telah Anda ketahui, 60% tubuh manusia terdiri dari cairan. Karenanya, tidak heran jika kemudian kebiasaan puasa tanpa sahur dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Bayangkan saja! Ketika menjalani aktivitas seharian, Anda akan kehilangan cairan dalam bentuk keringat, urin dan lain-lain. Jika tubuh tidak dipersiapkan sebelumnya dengan cukup minum air ketika sahur maka Anda akan lebih rentan mengalami gejala dehidrasi ringan hingga berat. Ini dia beberapa gejala yang dimaksud :

  1. Mulut kering
  2. Pusing
  3. Merasa kelelahan dan bingung
  4. Jantung yang berdegup kencang
  5. Kesadaran menurun
  6. Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
  7. Kejang-kejang

Selanjutnya, perhatikan pula risiko tubuh kekurangan nutrisi akibat minimnya asupan makanan selama menjalani puasa. Ssst, risiko ini akan semakin meningkat jika Anda termasuk individu dengan kegiatan sehari-hari yang padat dan berat. Lantas, apa saja gejala yang diwaspadai dari tubuh yang kekurangan nutrisi dan gizi? Berikut poin lengkapnya :

  1. Mudah lelah
  2. Berat badan turun secara drastis
  3. Sering merasa kedinginan
  4. Otot tubuh yang melemah sehingga rawan mengalami cedera

Bahaya bagi kondisi psikologis

Selanjutnya, bahaya tanpa sahur bagi kondisi psikologis Anda. Siapa bilang kalau puasa tanpa sahur hanya membahayakan kondisi fisik saja? Buktinya, kebiasaan tidak sehat ini juga dapat memberikan imbas buruk bagi kesehatan psikologis Anda, lho! Tidak percaya? Berikut beberapa dampak puasa tanpa sahur bagi kesehatan psikologis:

Perubahan suasana hati (mood swing). Akibat tubuh kekurangan asupan makanan, kadar gula darah akan menurun. Inilah yang mengakibatkan mood Anda menjadi lebih sensitif dibanding biasanya. Penurunan fungsi kognitif. Akibatnya, Anda akan sulit berkonsentrasi dan fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan. Jika dibiarkan berlanjut, hal ini memicu timbulnya kecelakaan di tempat kerja

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Harvard School of Public Health yang mengungkapkan bahwa mereka yang membatasi konsumsi makanan secara drastis terbukti lebih rentan terkena depresi.