Wednesday, July 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Alasan Mengapa Pasangan Yang Sudah Lama Pacaran Akhirnya Putus

Alasan Mengapa Pasangan Yang Sudah Lama Pacaran Akhirnya Putus

Tak sedikit orang meyakini, kalau sudah menjalin hubungan asmara bertahun-tahun, otomatis bisa langgeng sampai ke jenjang pernikahan. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi nyatanya masih banyak pasangan yang pada akhirnya kandas di tengah jalan, meskipun mereka telah bersama lebih dari lima tahun.

Kamu perlu tahu, bahwa lamanya waktu yang telah dihabiskan saat pacaran gak bisa jadi jaminan, kisah cintamu akan abadi selamanya dengannya. Kemungkinan buruk dapat terjadi, kalau hubungan kalian itu gak didasari ketulusan dan niat untuk serius. Penyebab pasangan kekasih bisa tiba-tiba putus, meskipun sudah pacaran menahun? Mungkin lima hal berikut bisa jadi jawaban penyebabnya.

  1. Salah satu dari kalian masih bersikap egois

Saat memutuskan untuk menaikan level dari teman jadi pacar, tentunya baik kamu atau dia sudah sama-sama paham, bahwa kalian gak bisa sepenuhnya bebas lagi. Bukan berarti dengan berpacaran, kehidupanmu jadi diatur olehnya, ya. Tapi mau tak mau, kalian harus berbagi satu sama lain. Kamu gak bisa seenaknya sendiri jalan sama lawan jenis tanpa sepengetahuannya. Walau tak ada niat buruk, tapi sikap tersebut bisa menimbulkan kecurigaan di benak pasanganmu, lho.

Nah jika salah satu dari kalian masih memelihara sikap egois dan semaunya sendiri, cepat atau lambat hubungan ini akan karam juga. Untungnya, pasanganmu mau memaklumi dan bisa mengalah, sehingga kalian bisa bertahan sampai bertahun-tahun. Tetapi, namanya kesabaran orang pasti ada batasnya, kan. Kalau kamu terus-terusan bersikap egois dan gak mau berubah, putus hanya soal menunggu waktu saja.

  1. Jarang bertemu muka

Bila kamu gak sedang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR-an, tentunya kalian punya banyak waktu buat bertemu, dong. Misalkan dua kali seminggu. Berada dalam satu kota, dan kesibukan yang belum terlalu padat, tentunya membuat kamu dan dia ingin berjumpa sesekali waktu. Tapi jika kalian gak ada terbersit keinginan untuk bertemu, wah bisa gawat tuh.

Walaupun gak harus menghabiskan banyak waktu berduaan, tapi yang namanya hubungan asmara, penting juga untuk menjalin komunikasi secara langsung. Selain via telepon atau pesan singkat, ya. Dengan bertemu, tentunya akan menciptakan kedekatan di antara kalian. Tak menyisihkan waktu luang untuk pasangan, hanya akan membuat hubungan renggang, dan lama-lama dia akan bosan lho sama kamu.

  1. Hanya butuh secara fisik tidak dengan hati

Jangan berpikiran negatif dulu ya. Maksudnya sekedar butuh secara fisik itu, salah satu dari kalian hanya menganggap pacaran sebatas status punya pacar. Ada pasangan yang bisa diajak jalan dan ‘dipamerkan’. Misalnya, jika kekasihmu cantik atau ganteng pasti bangga dong dikenalin ke teman-temanmu. Selebihnya, masalah hati hampir gak terpikirkan sama sekali.

Parahnya, tak ada upaya buat membahagiakan pasangan, mendengarkan apa yang dia inginkan tentang hubungan ini. Kamu cuma datang padanya saat butuh saja. Meskipun bisa bertahan lama, tapi ujung-ujungnya nanti pasti kalian akan bubar juga.

  1. Tak ada obrolan ke arah yang lebih serius

Ketika sudah menjalin asmara cukup lama dengan kekasih, pasti ingin kan membahas tentang mau dibawa kemana hubungan ini. Obrolan serius pun seharusnya sudah lancar kalian bicarakan mulai sekarang. Akan tetapi, jika soal sepenting itu gak juga terbersit di benakmu atau dia, bisa dibilang kalian gak serius dengan hubungan ini.

Pasti ada alasan yang mendasari kamu enggan berdiskusi serius dengannya. Contohnya, kamu belum menemukan kecocokan dengannya, meskipun sudah lama bersama. Atau masih ada keraguan yang menganjal di hati. Kalau iya, lebih baik diobrolkan sedini mungkin kan. Daripada hubungan kalian terlanjur tak terselamatkan.

  1. Salah satu dari kalian gak menunjukkan perkembangan, baik secara emosi maupun materi

Sudah sekian tahun bersama, tentunya kalian juga mau melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi. Akan tetapi ternyata kamu gak bisa menunjukkan bukti bahwa kamu juga memiliki keinginan yang sama. Pertambahan usia gak dibarengi dengan semakin matang emosi juga materi yang kamu miliki. Bukan berarti pasanganmu matre, tapi gak bisa dipungkiri kalau untuk membangun sebuah keluarga juga dibutuhkan dana yang gak sedikit.

Di samping itu, secara emosi kamu juga masih terhitung labil. Belum bisa mengalah apalagi bersikap dewasa. Jika serius ingin menghabiskan sisa waktu hidup bersamanya, tentunya kamu akan berupaya bekerja keras, membentuk diri semakin layak buat dia.