Sunday, April 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Alasan Mengapa Dalam Sepiring Sajian Harus Ada Beragam Makanan

Alasan Mengapa Dalam Sepiring Sajian Harus Ada Beragam Makanan

Salah satu aspek yang biasanya menjadi perhatian pada Hari Gizi Nasional adalah pemenuhan gizi seimbang. Tak hanya berguna untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi, ternyata penerapan gizi seimbang juga merupakan upaya penting untuk hidup sehat, cerdas, aktif, dan produktif.

Sayangnya, masih banyak di antara kita yang bingung mempraktekan asupan gizi seimbang, betul? Nah, untuk memperoleh gizi seimbang tersebut, diperlukan konsumsi makanan dari berbagai kelompok jenis makanan yang berbeda. Makanan tersebut idealnya terdiri dari berbagai nutrisi, seperti; karbohidrat, lemak, serat, mineral, dan vitamin.

Sebagai contoh, jika kamu mengkonsumsi spageti yang sudah dilengkapi bakso daging dan sayuran, bukan berarti kamu sudah memenuhi panduan piring makan yang benar. Pastikan porsi sayuran dan buah lebih banyak dari protein dan pasta yang disajikan. Tak hanya itu, batasi juga penggunan saus yang mengandung lemak dan garam tinggi.

Setiap orang punya makanan favoritnya masing-masing. Ada yang suka nasi dengan ayam goreng, atau ada yang suka nasi dengan sayur lengkap, semua boleh punya makanan kesukaan. Sayangnya, terkadang kita jadi cenderung makan apa yang kita suka saja. Coba perhatikan lagi, berapa kali dalam satu minggu kamu makan makanan yang sama?

Padahal, keragaman pangan sangatlah penting untuk membuat kandungan gizi dalam satu porsi makan kita jadi seimbang. Idealnya, setengah dari piring terdiri dari sayur dan buah, seperempatnya diisi dengan protein (ikan, ayam, daging, dan lainnya), kemudian seperempat lainnya terdiri dari beras, biji-bijian, gandum, atau pasta.

Selain itu, untuk memenuhi masing-masing bagian piring di atas, kamu juga perlu mengkonsumsi sayur, protein, dan karbohidrat yang berbeda jenisnya. Prof. Dr. Nuri Andarwulan, Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology (SEAFEST) mengungkap bahwa aneka jenis pangan juga menghindarkan kita dari terjangkit berbagai penyakit.

“Asupan gizi harus seimbang yang didapat dari beragam jenis pangan. Ini bisa menjauhkan kita dari risiko makanan tertentu. Risiko itu datang dari peluang,” jelasnya saat dihubungi kumparanFOOD.

Lebih jelasnya lagi, Prof. Nuri juga mengungkap bahwa tubuh kita mampu mentolerir racun yang rendah. Namun kalau kita makan satu jenis makanan terus menerus, peluang mendapat risiko bahan pangan jadi lebih tinggi. Oleh karenanya, bila sedang ada dalam diet tertentu, ada baiknya kamu juga mempertimbangan keragaman dan keamanan pangan.

“Tetap diupayakan keragaman. Jika hanya makan makanan tertentu maka peluang untuk mendapat risiko, misalnya dari asupan kontaminan (cemaran) dari pangan tersebut tinggi. Diet pun begitu, harus tetap mempertimbangkan keragaman dan keamanan pangan,” tutup Prof. Nuri.