Wednesday, April 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Akhirnya NASA Berhasil Ambil Foto Black Hole Untuk Pertama Kalinya

Akhirnya NASA Berhasil Ambil Foto Black Hole Untuk Pertama Kalinya

Para ahli astronomi berhasil menangkap foto black hole atau biasa disebut lubang hitam untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Foto berhasil diambil dari lubang hitam yang lokasi berada di galaksi yang berbeda. Black hole ini memiliki luas 40 miliar kilometer, atau 3 juta kali lebih besar dari Bumi dan lebih besar dari tata surya kita. Para peneliti menyebut black hole itu sebagai ‘monster’.

Jarak lubang hitam itu adalah 500 juta triliun kilometer dari Bumi. Foto ini telah berhasil diambil oleh delapan teleskop berbeda yang tersebar di seluruh dunia. Jaringan delapan teleskop itu  diberi nama Event Horizon Telescope (EHT).

“Kami telah berhasil mengambil gambar pertama dari sebuah black hole,” kata Sheperd S. Doeleman, Direktur Proyek EHT. “Ini adalah suatu pencapaian ilmu pengetahuan yang luar biasa yang berhasil dilakukan oleh tim yang beranggotakan lebih dari 200 peneliti,” sambungnya, dalam sebuah pernyataan di laman resmi EHT.

Hasil temuan ini juga telah dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters. Ide eksperimen untuk mengambil gambar black hole ini telah dipimpin oleh Profesor Heino Falcke dari Radboud University. Falcke juga mengatakan bahwa black hole ini berada di galaksi Messier 87. “Apa yang kita lihat ini ukurannya memang jauh lebih besar dari seluruh tata surya kita,” ungkap Falcke, dilansir BBC.

“Massanya 6,5 miliar kali lebih besar dari Matahari. Dan kami juga menduga ini adalah salah satu black hole dengan massa terberat yang pernah ada. Ini adalah sang monster, juara kelas berat black hole di alam semesta,” paparnya.

Falcke menjelaskan bahwa pada gambar black hole itu tampak ada sebuah “cincin api” yang mengelilingi sebuah lubang hitam. Cincin terang ini adalah gas super panas yang akan masuk ke dalam black hole. Cahaya dari black hole itu juga lebih terang dibanding cahaya gabungan dari miliaran bintang lain di galaksi. Karena itulah pancaran cahaya cincin api di sekitar black hole itu bisa terlihat dari Bumi.

Ujung dari lingkaran gelap yang ada di tengah black hole adalah titik masuk gas ke dalamnya. Black hole sendiri adalah sebuah objek di luar angkasa yang memang memiliki tarikan gravitasi luar biasa kuat. Bahkan, cahaya tidak bisa lepas dari tarikan ini.

Ada delapan teleskop yang bekerja sama dalam menghadirkan gambar black hole ini. Lokasi teleskop-teleskop ini ada di Hawaii dan Arizona di AS, Meksiko, Sierra Nevada di Spanyol, Gurun Atacama di Chile, dan Antartika.

Delapan teleskop yang terlibat adalah ALMA, APEX, IRAM, James Clerk Maxwell Telescope, Large Milimeter Telescope Alfonso Serrano, Submilimeter Array, Submillimeter Telescope, dan South Pole Telescope.

Jaringan teleskop EHT menggunakan teknik bernama very-long-baseline interferometry (VLBI) untuk menangkap gambar black hole yang ukurannya 3 juta kali lebih besar dari Bumi itu. Teknik ini membuat delapan teleskop EHT bekerja berbarengan.

Selain itu, VLBI juga memanfaatkan rotasi Bumi untuk seolah-olah membuat sebuah “teleskop” seukuran Bumi. Teleskop Bumi ini memang punya kemampuan untuk mencapai resolusi angular 20 mikro arksekon. Resolusi itu bisa membuat seseorang membaca koran di New York dari Paris.

Jadi data-data mentah dari delapan teleskop ini dikumpulkan dalam satu super komputer. Super komputer itu berada di Max Planck Institute for Radio Astronomy dan MIT Haystack Observatory. Di sana data-datanya dikombinasikan dan akhirnya menghasilkan gambar bersejarah ini. “Kita telah berhasil mencapai sesuatu yang dianggap tidak mungkin bisa terjadi satu generasi lalu,” kata Sheperd S. Doeleman, Direktur Proyek EHT.

“Terobosan dalam teknologi, konektivitas antara teleskop radio terbaik dunia, dan inovasi algoritma semuanya bersatu demi membuka sebuah jendela baru dalam mempelajari black hole,” imbuhnya, dalam pernyataan di laman resmi EHT.

RelatedPost