Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Akhirnya Freeport Resmi Jadi Milik Negara Kesatuan Republik Indonesia

Akhirnya masalah yang sudah menjadi pekerjaan rumah pemerintah selama ini berhasil sukses setelah Saham Freeport berhasil dikuasai oleh pemerintah atas nama PT Indonesia Asahan Alumunium. Freeport McMoran Inc, PT Rio Tinto Indonesia juga INALUM berhasil menandatangani Sales Purchase Agreement terkait divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Dalam perjanjian itu sebanyak 40 persen Participating Interest Rio Tinto dikonversi menjadi saham PTFI. INALUM sampai membeli saham milik Freeport Mc Moran Inc dan mendapatkan tambahan 5,4 persen saham. Ditambah saham milik pemerintah maka nantiĀ  Inalum akan memiliki sebesar 51 persen saham PTFI. Dan harga yang harus dibayarkan untuk membeli PT. Rio Tinto dan saham Freeport Mc Moran Inc sebesar 3,85 miliar dolar Amerika.

Setelah penandatanganan perjanjian ini maka Kementerian ESDM akan menerbitkan Izin Usaha Pertambangan khusus bagi PTFI yang berlaku sampai 2031. Sales Purchase Agreement adalah tidak lanjut dari Head of Agreement atau HoA yang dtanda tangani Inalum dan Freeport McMoran Inc pada 12 Juli 2018 yang lalu. Penandatanganan di laksanakan pada kamis petang kemarin di Ruang Sarulla Kementerian ESDM di Jalan Merdeka Selatan No.18. Dengan penandatanganan ini maka 51 persen saham PTFI akan resmi menjadi milik Inalum.

Rincian saham Inalum adalah sebagai berikut yaitu 40 persen Participating Interset Rio Tinto dikonversi menjadi saham PTFI lalu Inalum juga membeli saham milik Freeport McMoran Inc agar mendapatkan 5,4 persen saham dan jika digabungkan dengan saham milik pemerintah maka Inalum menguasa 51 persen saham PTFI. Tidak hanya penandatanganan SPA tapi juga sekaligus perjanjian-perjanjian yang terkait seperti PI milik Rio Tinto yang dikonversi menjadi saham.

Setelah penandatanganan ini maka Kementerian ESDM akan menerbitkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk PTFI yang berlaku sampai tahun 2031 yang rencananya diberikan pada hari jumat ini. Terkait dengan proses pembayaran divestasi 51 persen saham PTFI, itu akan dilakukan oleh Inalum selaku holding BUMN pertambangan dimana pendanaan berasal dari pinjaman 11 bank asing.