Sunday, September 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Air Embun Membeku Kembali Terjadi Di Dieng, Ini Penjelasan BMKG

Air embun membeku, ini sebuah fenomena langka yang kini sedang terjadi di Dieng, Jawa Tengah. Dimana Dataran Tinggi di Indonesia kini hampir mencapai 5 derajat celsius, ini bahkan menjadi musim dingin dengan suhu yang paling rendah hingga adanya fenomena langka tersebut. Sebelum meresahkan banyak pihak, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan pernyataan resminya.

Melalui Hary Tirto Djatmiko, selaku Kepala Bagian Humas BMKG, memberikan penjelasan terkait fenomena suhu dingin yang terjadi beberapa malam terakhir hingga air embun membeku yang terjadi di sekitaran lereng pegunungan Dieng. Hal ini disebabkan oleh kondisi meteorologis, selain itu juga karena memasuki musim kemarau.

Ditambahkan kembali, jika musim kemarau akan terjadi puncaknya pada Juli hingga Agustus. Hal ini ditandaidengan mulai aktifnya monsoon Australia, mengapa bisa terjadi suhu dingin di puncak kemarau. Karena mendapatkan aliran dingin dari Australia, dimana bergerak menuju ASIA dengan melewati Indonesia.

Hal inilah yang membuat perubahan suhu menjadi lebih dingin, padahal sedang terjadi musim kemarau. Bahkan Tirto menjelaskan, kota yang mengalami suhu lebih dingin memang berada di Selatan dari Garis Khatulistiwa. Sehingga tidak semua kota akan merasakan suhu dingin di tengah kemarau panjang, ini hanya terjadi di Pulau Jawa, Bali, NTT dan NTB.

Baca juga : Aphelion Dan Fenomena Langka Peningkatan Suhu Di Indonesia

Dijelaskan Tirto lebih lanjut, jika nantinya tengah musim kemarau akan lebih dingin lagi. Berbeda dengan musim kemarau sebelumnya, namun permukaan bumi tetap kering, bahkan suhu dingin membuat dampak lebih kering. Kondisi ini membuat panas dari sinar matahari lebih banyak terbuang ke angkasa, sehingga udara terasa lebih dingin di malam hingga pagi hari.

Inilah yang membuat suhu menjadi lebih di musim kemarau, bahkan berbeda dengan musim hujan kemarin. Dimana kandungan air pada tanah akan menipis, hal ini juga terjadi pada uap air yang ada di udara menjadi lebih sedikit, akibatnya kelembaban udara sangat rendah. Inilah yang membuat suhu semakin menurun dan terasa sangat dingin di malam hari, terlebih dengan angin yang cukup kencang.

Dimana Tirto memperkirakan di beberapa Daratan Tinggi seperti pegunungan Dieng bisa jadi mengalami titik beku hingga 0 derajat celsius. Sehingga bisa jadi kembali terjadi fenomena air embun membeku yang terjadi pada pucuk daun, bahkan nantinya akan lebih dingin. Ada perkiraan bukan hanya mencapai titik beku, namun hingga mencapai suhu minus, seperti musim salju di negara empat musim.

Namun bukan hanya terjadi di jawa saja, selain Dataran Tinggi Dieng, ada beberapa tempat lain yang juga mengalami fenomena air embun membeku, ini terjadi di Gunung Semeru, bahkan bukan hanya di puncak saja. Hal ini juga terjadi di pegunungan Jayawijaya, Papua yang memiliki puncak es sejati, dimana ini sudah mencapai kaki gunung.

2 Comments

Comments are closed.