Sunday, November 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ahmad Dhani Memohon Hal Ini Pada JPU Yang Menangani Kasusnya

Ahmad Dhani Memohon Hal Ini Pada JPU Yang Menangani Kasusnya

Terdakwa dari ujaran kebencian, yaitu musisi Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani meminta pada jaksa penuntut umum (JPU) saat menuntut dirinya nanti tak melebihi tuntutan yang diberikan kepada terpidana penodaan agama lain, yakni mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu disampaikan Dhani saat sidang lanjutan perkara dugaan ujaran kebencian yang bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/11).

“Saya apakah boleh memohon pada JPU. Saya mohon kepada JPU agar tuntutannya jangan sampaiĀ  lebih daripada Ahok,” ujar Dhani. Ahok memang dalam kasus penodaan agama saat itu dituntut 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan. Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara akhirnya memvonis Ahok dengan hukuman 2 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Ratmoho pun buru-buru menyela pernyataan Dhani itu. Hakim Ratmoho mengimbau agar Ahmad Dhani tidak meminta agar dituntut lebih ringan oleh JPU. Namun, si Dhani beralasan menyampaikan permintaan tersebut agar memberikan inspirasi pada JPU. “Bukankah, bisa menginspirasi,” kata pentolan Dewa 19 itu.

Hakim Ratmoho pun melanjutkan bahwa sidang pembacaan tuntutan kepada Dhani akan dilakukan pada 19 November 2018 nanti. Dia meminta JPU agar mempersiapkan surat tuntutan supaya sidang tidak lagi ditunda-tunda. “Pemeriksaan pun selesai, kita akan ketemu lagi dua minggu dari sekarang, di tanggal 19 November dengan jadwal agenda pembacaan tuntutan dari penuntut umum,” jelas hakim Ratmoho.

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa, kader Partai Gerindra tersebut menjawab seluruh pertanyaan majelis hakim, JPU maupun para penasihat hukumnya. Dhani juga mengakui kicauan dalam akun @AHMADDHANIPRAST itu, ‘siapa saja yang mendukung penista agama adalah si bajingan yang perlu diludahi pada mukanya -ADP’, itu adalah buah pikirannya yang ditulis Suryopratomo Bimo A T alias Bimo, si admin media sosial Dhani.

Dhani mengatakan bahwa kicauan pada akun Twitter pribadinya tersebut ditujukan pada semua pihak, bukan hanya kepada pendukung Ahok, yang saat itu memang maju sebagai petahana pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017. “Tidak hanya kepada pendukung Ahok, tapi semuanya, merujuk kepada redaksi yang telah saya buat, ditujukan kepada siapa pun, redaksinya pun jelas,” ujar dia.

Dalam kasus dugaan ujaran kebencian tersebut, Dhani telah didakwa pasal berlapis. JPU telah mendakwa Dhani dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Kasus Dhani berawal dari laporan yang diajukan Jack Boyd Lapian. Jack mengklaim sebagai pendukung Ahok telah melaporkan unggahan Dhani itu di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST. Ia menilai kalau kicauan Ahmad Dhani di Twitter memang berisi kebencian. Dalam akun itu Dhani telah menulis, ‘Siapa pun yang mendukung penista agama adalah bajingan yang memang perlu diludahi mukanya kata ADP.

Related Post

Ini Dia Artis Bollywood Paling Seksi Banyak orang yang salah menafsirkan, menganggap Bollywood sebagai industri film di seluruh India, padahal sebenarnya Bollywood adalah industry film ya...
Akhirnya Edy Rahmayadi Jelaskan Mengenai Kisruh Lu... Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi mengakui keterlambatan pembayaran gaji pelatih Timnas Indonesia Luis Milla. Lantara...
Tiga Perusahaan Ini Juga Dinyatakan Pailit Sebelum... Belakangan ini kita baru saja mendapatkan kabar mengejutkan yang datang dari perusahaan produsen teh terkenal yaitu merek Sariwangi. Dilansir sala...
Istana Game of Thrones Di Jual, Siapkan 9,5 Miliar... Istana game of thrones kini akan segera di jual, bahkan sudah di mulai pembukaan harga mencapai US$656 ribu atau setara dengan 9,5 miliar rupiah. Ista...