Saturday, December 14Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ada Massa Misterius Yang Nodai Aksi Damai Para Mahasiswa

Ada Massa Misterius Yang Nodai Aksi Damai Para Mahasiswa

Kericuhan terjadi saat gabungan mahasiswa dan buruh berdemonstrasi di depan DPR, Senayan, Jakarta. Padahal, demonstrasi yang berjalan sejak Senin (30/9) siang, berlangsung kondusif. Diduga rusuh bermula dari sekelompok massa tidak dikenal yang memprovokasi aparat.

Dari pantauan kumparan, massa yang merusuh ini memang sudah coba memicu keributan sejak datang ke lokasi. Kebanyakan dari mereka masih berusia remaja dan tidak mengenakan seragam atau atribut khusus.

Saat mahasiswa dan buruh mengambil posisi agak jauh dari pembatas jalan yang dibuat polisi. Kelompok yang tidak jelas asalnya ini malah berdiri dekat pembatas. Bahkan beberapa dari mereka terlihat berusaha merusak kawat pembatas.

Polisi pun menyadari keberadaan massa yang misterius itu. “Kamis sudah tahu massa yang di depan ini bukan massa dari KASBI (serikat buruh) dan Universitas Atma Jaya,” kata Kabagops Polres Jakarta Pusat, AKBP Dedi Supriyadi di depan Gedung DPR, Senin (30/9).

Puncak terlihat jelang sore hari. Sekelompok oknum demonstran yang bukan mahasiswa atau buruh ini melempari polisi, tindakan itu dibalas dengan lemparan gas air mata. Saat keadaan memanas, sekitar 16.30 WIB mahasiswa dan buruh mulai meninggalkan lokasi.

Semakin petang situasi makin panas. Kala itu mahasiswa yang berdemonstrasi mengenakan almamater tidak terlihat lagi di sekitar Gedung DPR. Sedangkan massa yang merusuh ini mulai menyebar.

Saat massa itu tersebar karena didorong polisi mereka tampak semakin tidak terkendali. Sejumlah barang dibakar di jalan. Bahkan ada sejumlah kendaraan yang dibakar.

Jelang kerusuhan mereda, satu unit mobil terparkir di depan Polsek Tanah Abang dibakar massa. Pemadam kebakaran sampai harus dikawal TNI untuk memadamkannya. Kerusuhan baru mereda jelang tengah malam. Informasi dari Polda Metro Jaya, ada beberapa orang yang ditangkap dalam kericuhan tersebut.

Massa terpecah ke beberapa titik dijauhkan polisi dari gedung DPR yaitu ke arah timur (Semanggi-Kuningan) dan arah barat (Slipi). Berikut 3 titik lokasi kericuhan hingga pukul 20.25 WIB, Senin (30/9).

Perempatan Slipi

Massa di perempatan Slipi merupakan massa yang semula mendekat ke gedung DPR dari arah barat (Slipi). Mereka baik di jalan arteri maupun tol dalam kota, dipukul mundur polisi dengan gas air mata.

Massa maju mundur melawan polisi yang melontaran gas air mata. Selain melempar batu, mereka juga membuat bakaran di tengah jalan. Namun pukul 20.30 WIB, polisi menyerbu massa di titik perempatan yang luas ini membuat massa kocar kacir. Polisi menguasai titik kerusuhan.

Pejompongan

Massa di Pejompongan ini berasal dari mereka yang berada di seberang DPR, tepatnya gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Massa anarkis merusak motor di parkiran BPK, mencoret gedung BPK, hingga merusak pagar.

Polisi terus menembakkan gas air mata menjauhkan massa dari gedung BPK, dan membuat mereka terpukul hingga ke Pejompongan yaitu Jalan Pejompongan Raya. Pukul 20.30 WIB, massa belum bisa dikuasai seluruhnya. Kondisi terkini sebagaimana foto di atas, polisi membuat barikade.

Depan Polda Metro

Massa di titik ini berasal dari mereka yang hendak menggeruduk DPR dari arah barat. Polisi memukul mundur dengan membuat barikade dan menyerbu dengan gas air mata ke massa di tol dalam kota dan luar tol.

Massa mundur dari Semanggi terus hingga ke arah Polda Metro Jaya meski di dalam tol. Pukul 20.35 WIB, massa terus dibubarkan. Polisi juga mengerahkan pasukan bermotor untuk memecah massa dan mengamankan oknum perusuh.

Palmerah Dikuasai Polisi

Sementara kericuhan di Palmerah yang pecah dimuali dari belakang gedung DPR sudah berhasil dikuasai polisi. Saat ini lalu lintas sudah bisa dilalui. Polisi juga sudah mengamankan beberapa perusuh.