Monday, June 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Ada Lowongan Verifikasi Berita Hoaks di Facebook

Maraknya berita tidak benar di dunia maya memang memancing keprihatinan, apalagi jika berita tersebut terlihat berlebihan padahal belum ada kejelasan kebenarannya. Bahkan ini datang dari media sosial, sudah terlalu banyak berita hoaks di facebook. Hal ini membuka peluang untuk berkarier dengan jabatan tinggi.

Belum lama ini facebook membuka lowongan pekerjaan baru yang terbilang unik, dimana disebutkan jika membutuhkan ‘news crebility specialist’. Bahkan dikatakan lebih lanjut mengenai pekerjaan yang terbilang unik tersebut, tugas utamanya sudah pasti mengurangi bahkan menekan jumlah berita hoaks di facebook.

Ini belum hal mudah, pasalnya hampir semua orang di dunia menggunakan facebook, bahkan aktif setiap harinya. Ini bukan usaha pertama yang dilakukan media sosial buatan Mark Zuckerberg, sebelumnya sudah dilakukan upaya dengan pengecekan fakta dan alogaritma.

Dimana setiap postingan yang masuk akan di hubungkan dengan berita terbaik sebagai pihak ketiga, namun hal ini di nilai kurang efektif. Mengingat banyaknya pengguna facebook di dunia dan jumlah berita hokas yang semakin banyak, bahkan penggunakan bahasa ‘lokal’ sehingga sulit dikenali oleh logaritma.

Facebook sengaja membuka dua posisi untuk lowongan kerja yang terbilang unik, namun ini hanya bersifat kontrak. Tetapi ada yang aneh dalam salah satu persyaratan yang diajukan, pelamar kerja harus fasih berbahasa spanyol.

Di lansir dari Gizmodo, jika facebook menuliskan dalam website resminya, jika sedang mencari individu yang passion dalam jurnalisme dan sejalan dengan misi utama facebook, yaitu untuk membuat semua orang di dunia dapat terkoneksi.

Baca juga : http://www.ulasandunia.com/hati-hati-rawan-penipuan-dengan-modus-facebook-palsu/

Anggota tim yang baru ini memang akan mengembangkan program ‘News Creability Facebook’, bahkan sudah ditugaskan secara spesifik, yaitu untuk melakukan investigasi dalam setiap unggahan sesuai dengan kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Tugas baru yang terbilang cukup mudah, dimana posisi baru ini akan membuat daftar berita yang kredibel dan terpercaya, ini akan jadi rujukan dalam setiap fitur facebook, mulai dari Newsfeed hingga sistem pengiklanan.

Sudah jelas, jika ini akan membantu mengurangi bahkan meminimalisir berita hoaks di facebook, bahkan kini jumlahnya semakin tidak terkendali. Selain itu, sebagai penegakan hukum yang lebih ketat, untuk iklan bahkan penerbitan berita. Apalagi kini akan ada pemilihan umum, sudah jelas akan ada banyak iklan politik yang menguntungkan salah satu pihak saja.

Tetapi munculnya lowongan kerja ini bertolak belakang dengan apa yang dikatakan pemilik facebook sebelumnya, dimana Mark mengatakan jika media sosial buatannya tidak akan berurusan dengan berita maupun, baik yang terpercaya atau tidak.

Jika sebelumnya facebook melakukan survey untuk kelayakan setiap unggahan, hal ini dianggap terbuka dan tidak menyudutkan salah satu pengguna. Karena pelaporan dilakukan oleh pengguna lain yang merasa terganggu.

Sudah jelas, nampaknya SP2 (Surat Peringatan ke-2) yang di layangkan Depkominfo pada facebook cukup berpengaruh, dimana Indonesia menjadi negara dengan berita hoaks cukup tinggi, apalagi menuju pemilihan umum.

Sudah pasti berita hoaks di facebook tidak diikuti bukti nyata yang bisa dipercaya, maka dari itu sebagai pengguna akun facebook aktif, jangan segan untuk melakukan pelaporan. Apalagi untuk hal yang mengandung SARA.